news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Gubernur Dedi Mulyadi Kagum Lihat Remaja Penjual Bensin, Langsung Beri Hadiah untuk Beli Sepatu Sekolah

Dedi Mulyadi kagum pada remaja penjual bensin di Komodo, NTT. Diberi bantuan uang untuk beli sepatu, tas, dan kebutuhan sekolah.
Senin, 23 Maret 2026 - 21:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi terlihat berkunjungan ke wilayah Kecamatan Komodo.

Dalam perjalanan tersebut, ia bertemu dengan seorang remaja yang tengah berjualan bensin di pinggir jalan demi membantu orang tuanya.

Momen itu terekam dalam kanal YouTube pribadi Dedi Mulyadi 3 minggu lalu dan langsung menarik perhatian publik.

Remaja tersebut tampak sederhana, namun memiliki semangat hidup yang tinggi meski sedang tidak bersekolah.

Saat diajak berbincang, remaja itu mengaku masih ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA. Namun, ia terpaksa menunda karena terlambat mendaftar.

“Masih sekolah?” tanya Kang Dedi.

“Iya, mau lanjut SMA,” jawab remaja itu.

Ketika ditanya lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa dirinya belum melanjutkan sekolah karena sempat pulang ke kampung sehingga melewatkan waktu pendaftaran.

“Kenapa berhenti?” tanya Kang Dedi lagi.

“Terlambat daftar,” ujarnya singkat.

Selama satu tahun terakhir, remaja tersebut membantu orang tuanya dengan berjualan bensin eceran.

Anak di NTT bertemu Dedi Mulyadi
Sumber :
  • YouTube/KANGDEDIMULYADICHANNEL

Ia menjaga usaha kecil milik keluarganya di pinggir jalan, menjual satu botol bensin seharga Rp25 ribu.

Melihat kondisi itu, Dedi Mulyadi langsung menunjukkan kepeduliannya. Ia membeli seluruh bensin yang dijual oleh remaja tersebut sebanyak lima botol.

“Jadi berapa itu?” tanya Kang Dedi.

“Rp125 ribu,” jawab si remaja.

Percakapan berlanjut ke rencana pendidikan sang anak. Ia mengaku ingin melanjutkan sekolah di SMA Negeri 1 Komodo meski jaraknya cukup jauh dari rumah.

“Ke sekolah nanti jalan kaki atau naik kendaraan?” tanya Kang Dedi.

“Jalan kaki,” jawabnya polos.

Remaja itu juga mengungkapkan bahwa ia terbiasa hidup sederhana. Bahkan jika tidak diberi uang jajan oleh orang tuanya, ia tetap berangkat sekolah tanpa mengeluh.

“Kalau tidak dikasih uang jajan?” tanya Kang Dedi.

“Tidak apa-apa, tetap berangkat,” ujarnya.

Kejujuran dan ketulusan remaja tersebut semakin terlihat saat Dedi Mulyadi memberinya uang Rp200 ribu.

Alih-alih langsung menerima, ia justru berusaha mencari kembalian karena merasa uang tersebut melebihi harga bensin yang dijualnya.

Melihat kejujuran tersebut, Kang Dedi kemudian memberikan uang dengan nominal pas, sekaligus menambahkan bantuan berupa beberapa lembar uang ratusan ribu untuk membantu kebutuhan sekolah sang remaja.

Ia menanyakan apa saja kebutuhan yang diperlukan untuk masuk SMA.

“Buku, tas, sepatu,” jawab remaja itu.

Ketika ditanya harga sepatu, ia menyebut kisaran Rp80 ribu hingga Rp90 ribu.

Meski mengaku sudah memiliki sepatu, Dedi tetap memberikan bantuan tambahan agar ia bisa memiliki perlengkapan yang lebih layak untuk sekolah.

Kisah ini menjadi potret nyata tentang perjuangan anak muda di daerah yang tetap berusaha membantu keluarga di tengah keterbatasan.

Semangat untuk tetap bersekolah meski harus berjalan kaki dan tanpa uang jajan menunjukkan tekad yang kuat untuk meraih masa depan lebih baik.

Aksi Dedi Mulyadi ini pun menuai banyak apresiasi dari masyarakat.

Selain memberikan bantuan materi, ia juga memberikan motivasi dan perhatian langsung kepada generasi muda yang membutuhkan dukungan. (adk)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

03:50
11:46
13:17
04:14
05:49
11:46

Viral