- Instagram/@s_tjo
Cara Jitu Gubernur Malut Sherly Tjoanda Bangkitkan Altaf Bocah Ternate yang Dibully Efek Berbahasa Inggris: Just Ignore Them
Ternate, tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda menyikapi kasus dugaan bullying. Ia menyoroti kabar bocah asal Ternate, Alfat diduga mendapat perundungan oleh temannya.
Perhatian Sherly Tjoanda menyikapi Altaf setelah mendapat curhatan dari seorang ibu di Kota Ternate. Di hadapan Gubernur Malut, sang ibu mengaku anaknya sering di-bully oleh teman-temannya.
Sang ibu menjelaskan keseharian Altaf hobi berbicara bahasa Inggris dengan turis sehingga kontennya viral di media sosial. Namun, upaya Altaf justru disebut "sok" oleh teman-temannya.
Dalam sambutan di sebuah acara pada Minggu, 8 Maret 2026, Sherly Tjoanda merespons curhatan tersebut. Ia ingin mengundang Altaf ke kediamannya viral di media sosial.
"Ajak dia aja ketemu saya, nanti kita bikin video bareng. Setelah itu tidak ada lagi yang bully dia," ujar Sherly Tjoanda dilansir dari unggahan Instagram pribadinya, Sabtu (28/3/2026).
Cara Sherly Tjoanda Bangkitkan Kepercayaan Diri Altaf
- Instagram/s_tjo
Setelah itu, Sherly akhirnya bisa bertemu dengan Altaf. Ia berbincang-bincang bersama bocah asal Ternate tersebut.
Ia mulanya bertanya tentang identitas Altaf. Hal ini sebagai upaya ia memulai perbincangan dengan bocah tersebut.
"Halo, siapa namanya?," tanya Sherly Tjoanda.
"Altaf," jawab bocah itu.
Kemudian Sherly memulai perbincangan itu secara serius. Sambil menggunakan bahasa Inggris, ia bertanya alasan Altaf menyukai hobi berbicara bahasa asing.
"Why do you like to speak English? (Kenapa kamu suka berbicara bahasa Inggris?)," tanya Sherly lagi.
Selaras dengan pengakuan ibunya, Altaf justru menjelaskan alasan dirinya menyukai bahasa Inggris. Ia mengaku kerap bertemu dengan turis yang mengunjungi Kota Ternate.
Sherly tidak terkejut mendengar jawaban tersebut. Namun begitu, pengakuan Altaf membuat ia sangat terkesan lantaran seorang bocah hobi berkomunikasi dengan warga negara asing (WNA).
Gubernur Malut itu kemudian bertanya apa yang diinginkan Altaf terkait masa depannya. Bocah tersebut mengaku tidak memiliki mimpi untuk masa depannya secara spesifik.
Altaf menyadari usianya masih bocah. Namun kini ia sudah memiliki impian mengenai masa depan pendidikannya agar bisa belajar di luar negeri.
"But I want to study abroad, maybe to Spain (Tapi saya ingin belajar ke luar negeri, mungkin pergi ke Spanyol)," jelas Altaf.
Bocah asal Ternate itu justru memberikan pengakuan secara mengejutkan. Kepada Sherly Tjoanda, tujuan ingin belajar di Spanyol agar mudah menonton pertandingan sepak bola.
Selain menonton bola, Sherly bertanya tentang hobi Altaf lainnya. Bocah tersebut menyukai berenang dan bisa memiliki banyak uang.
Kemudian, Sherly bertanya soal kasus dugaan perundungan dialami Altaf oleh teman-temannya. Menurutnya, bullying hanya perkara jago berbahasa Inggris menyakiti perasaan Altaf.
"What did they say? (Apa yang mereka katakan?)," tanya Sherly.
Altaf pun menjawab pertanyaan Sherly. Sebab, ia kerap dianggap tidak pantas berbahasa Inggris karena tak sesuai dengan identitas sebagai orang Ternate.
"They say, why do you learn English you are Ternate people, why do you learn English so? Maybe just that but they always repeat it over and over (Mereka bilang, kenapa kamu belajar bahasa Inggris, kamu kan orang Ternate, kenapa kamu belajar bahasa Inggris? Mungkin hanya itu, tapi mereka selalu mengulanginya terus-menerus)," tutur Altaf sambil meniru dugaan perundungan dialaminya.
"So, next time, what you gonna say (Jadi, lain kali, apa yang akan kamu katakan?)," tanya Sherly.
Altaf hanya ingin membalas mereka agar diam dan berhenti berbicara hingga mencemooh dirinya. Sherly menganggap upaya tersebut merupakan cara yang salah.
Upaya pembalasan dari Altaf bisa menimbulkan keributan. Tak hanya itu, cara tersebut dinilai membuat bocah itu semakin mendapat hujatan dari teman-temannya.
Sherly memberikan cara jitu menanggapi dugaan perundungan tersebut. Ia berharap agar Altaf membiarkan sampai rekan-rekannya merasa lelah.
"Just ignore them. In life, there are what we call noise. Noise is something that is not important. So, you don't have to reply, just ignore them (Abaikan saja mereka. Dalam hidup, ada yang namanya kebisingan. Kebisingan adalah sesuatu yang tidak penting. Jadi, Anda tidak perlu membalas, abaikan saja mereka)," beber Sherly.
Ia berupaya membangkitkan mental Altaf. Ia menyampaikan harapannya agar bocah asal Ternate itu tetap fokus belajar dan meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.
"You learning by yourself, have the ability of speak English what you have right now. I am so proud of you (Kamu belajar sendiri, dan memiliki kemampuan berbahasa Inggris seperti sekarang ini. Aku sangat bangga padamu)," jelasnya.
Ia meyakini langkah yang diambil Altaf. Menurutnya, pengasahan kemampuan bahasa Inggris sedari dini menjadi pembekalan penting untuk masa depannya.
"And by be able to speak English, it's gonna help you in the future. So, you are right be now you building, you invest your time to upgrade yourself for your future (Dan dengan bisa berbahasa Inggris, itu akan membantumu di masa depan. Jadi, kamu benar, sekarang kamu sedang membangun, kamu menginvestasikan waktumu untuk meningkatkan diri demi masa depanmu)," ucap Sherly.
Pertemuan itu berlangsung hangat. Altaf semakin menunjukkan kepercayaan dirinya melanjutkan berbagi konten berbahasa Inggris dengan turis.
Sontak, pertemuan antara Sherly dan Altaf menggemparkan publik. Banyak warganet memuji dan bangga terhadap langkah yang diambil oleh Altaf.
(hap)