- X @kaikirdp
Geger! Percakapan Grup Orang Tua Terduga Pelaku Pelecehan Seksual FH UI, Anggap Anaknya Juga Korban
tvOnenews.com - Kasus pelecehan seksual yang terjadi di lingkungan Fakultas Hukum Universitas Indonesia kembali memicu perhatian publik.
Kali ini, sorotan tidak hanya tertuju pada para terduga pelaku, tetapi juga pada sikap sejumlah orang tua yang tergabung dalam sebuah grup percakapan yang diduga menjadi ruang diskusi mereka.
Tangkapan layar percakapan grup tersebut viral di media sosial dan langsung memicu gelombang reaksi dari masyarakat.
Isi percakapan dinilai kontroversial karena dianggap tidak menunjukkan empati yang cukup terhadap korban, melainkan cenderung membela anak-anak mereka yang terlibat dalam kasus tersebut.
Dalam salah satu percakapan yang beredar, terlihat adanya kekhawatiran dari para orang tua terkait kemungkinan sanksi berat berupa Drop Out (DO) yang bisa dijatuhkan kepada anak-anak mereka.
Salah satu pesan berbunyi, “Duh prihatin, kasihan ya. Semoga ada solusi lain selain DO.”
Pernyataan ini sontak menuai kritik, karena dianggap lebih berfokus pada nasib pelaku dibandingkan dampak yang dialami korban.
Tidak hanya itu, beberapa isi chat juga memperlihatkan adanya upaya untuk membandingkan atau bahkan meremehkan bentuk pelecehan yang terjadi.
Dalam chat tersebut tertulis, "Pastinya korban sangat perlu lebih diperhatikan. Cuma korbannya emang diapain, secara fisik atau hanya lewat medsos aja?”
Padahal, dalam banyak kasus, pelecehan seksual dalam bentuk apa pun, baik fisik, verbal, maupun digital tetap memiliki dampak serius terhadap kondisi psikologis korban.
Reaksi publik pun semakin memanas ketika muncul pernyataan yang menyoroti pihak penyebar informasi.
Dalam percakapan tersebut, ada orang tua yang menyayangkan mengapa kasus ini harus tersebar luas ke publik.
"Maaf kalau boleh tahu mereka chatnya di grup umum atau privat? Andai saja si penyebar lebih bijak. Diingatkan/dinasehatkan terlebih dahulu sesama teman atau melibatkan pihak kampus (intern saja). Jika tidak berubah baru punishment. Kalau disebar seperti ini da menjadi bola liar. Semua pihak dirugikan," bunyi salah satu chat dari orangtua di grup itu.
Pandangan ini tentu berbanding terbalik dengan masyarakat yang menilai bahwa keterbukaan informasi justru penting untuk memastikan keadilan bagi korban.