- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Pujian Setinggi Langit Menteri PKP untuk Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Arahan KDM Diakui Tepat
tvOnenews.com - Langkah Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi dalam menata industri genteng di Plered, Kabupaten Purwakarta, menuai sorotan luas.
Bukan hanya karena tingginya permintaan produksi, tetapi juga karena kebijakan tegasnya terkait kesejahteraan buruh yang langsung mendapat apresiasi dari pemerintah pusat.
Dalam kunjungan ke lokasi produksi pada 15 April 2026, Dedi Mulyadi didampingi oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
- YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Keduanya turun langsung melihat kondisi industri genteng yang kini tengah kebanjiran pesanan.
Dari hasil pemantauan, satu pabrik bahkan mampu memproduksi hingga 15.000 unit per hari, sementara permintaan pasar mencapai puluhan ribu unit.
Angka ini menunjukkan betapa strategisnya peran industri genteng dalam mendukung program pembangunan dan renovasi rumah di Jawa Barat.
Namun di balik tingginya produktivitas tersebut, perhatian utama justru tertuju pada kondisi buruh.
Dedi Mulyadi dibuat terkejut saat mengetahui masih ada pekerja yang menerima upah sekitar Rp30 ribu per hari.
- YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Temuan itu langsung ditanggapi serius. Ia menegaskan bahwa kesejahteraan buruh tidak boleh diabaikan, bahkan memberi peringatan tegas kepada pelaku usaha.
“Nanti kita akan menghentikan kontrak pengiriman barang apabila pegawainya di bawah upah,” tegasnya.
Dedi juga mendorong adanya kenaikan upah secara bertahap hingga minimal Rp50 ribu per hari. Menurutnya, peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan pertumbuhan industri.
Menariknya, langkah tegas tersebut justru mendapat pujian dari Menteri PKP. Maruarar Sirait secara terbuka menyebut arahan Dedi Mulyadi sebagai kebijakan yang tepat.
- YouTube LEMBUR PAKUAN CHANNEL
Ia menilai pendekatan yang dilakukan Dedi Mulyadi mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan negara, pengusaha, dan pekerja.
"Pak KDM tuh selalu menjaga keseimbangan kepentingan negara, kepentingan rakyat yaitu buruh dan kepentingan pengusaha. Mangga, Kang, atur aja seperti apa, yang penting kegiatan ini negaranya happy, rakyatnya happy, kemudian pengembangnya juga pengusahanya juga happy," tegasnya.