- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & tvOneNews
Nina Saleha Ungkap Detik-detik Dihubungi Dedi Mulyadi, Buntut Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung Viral
Jakarta, tvOnenews.com - Nina Saleha (27), orang tua dari bayi nyaris tertukar di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung menceritakan detik-detik dirinya dihubungi oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Dalam podcast YouTube Denny Sumargo, Rabu (15/4/2026), Nina Saleha menjelaskan dirinya pertama kali dihubungi oleh Dedi Mulyadi melalui video call (VC).
Nina Saleha mengaku hal itu terjadi saat dirinya dihubungi pihak RSHS Bandung. Ia dihubungi lantaran video mengenai bayi hampir tertukar viral di media sosial.
"Video saya kan viral di-share di TikTok, di Instagram saya pribadi. Terus langsung dilihat di Instagram, terus chat kepada saya, 'Mohon maaf atas pelayanan kami yang kurang baik'," ungkap Nina Saleha dikutip tvOnenews.com, Sabtu (18/4/2026).
- Tangkapan layar YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo
Lebih lanjut, Nina menjelaskan, dirinya diminta untuk mengirim data pribadi dan bayinya oleh pihak RSHS Bandung. Ia pun memenuhi permintaan tersebut.
"Belum ada balasan dari DM (RSHS Bandung). Karena saya berkoar terus, akhirnya ada WA masuk ke saya, 'Ibu, ini saya dari pihak rumah sakit ingin menjelaskan. Ibu mohon kirim alamat rumahnya'," tuturnya.
Nina kebetulan sedang berada di rumah mertua, tepatnya di Desa Margaasih, Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung. Pada akhirnya, ia kedatangan sejumlah jajaran dari RSHS Bandung.
Momen Nina Saleha Dihubungi Dedi Mulyadi
- Youtube KDM Channel
Lebih lanjut, pihak RSHS bertujuan untuk menyelesaikan polemik bayi nyaris tertukar. Jajaran rumah sakit juga meminta maaf secara langsung atas kejadian dilakukan perawatnya.
Di tengah pertemuan itu, Nina mendapat VC dari KDM. Kebetulan momen perbincangan antara Nina dan Dedi Mulyadi beredar di media sosial.
"Kepotong nih sama video call Pak Dedi Mulyadi. Pak Dedi telepon kepada saya, dia menanyakan peristiwa itu," katanya.
Dalam video itu, Nina Saleha bercerita peristiwa itu terjadi pada Rabu (8/4/2026) pagi. Kepada KDM, ia mengatakan kala itu dirinya mendatangi ruangan NICU untuk menjemput bayinya.
Sang bayi kebetulan sudah dirawat beberapa hari dan disimpan dalam inkubator. Sebab, bayi Nina mengalami penyakit kuning sehingga harus dirujuk dan dirawat di RSHS.
Nina menceritakan dirinya sempat dikabarkan oleh pihak RSHS. Ia bahagia mendengar kondisi bayinya sudah semakin membaik sehingga dipersilakan dibawa pulang.
Nina mengaku di momen itu harus menunggu cukup lama. Hal ini terbentur akibat administrasi yang belum rampung.
Nina menuturkan, sebelum kejadian sempat bertemu dengan seorang ibu-ibu. Bahkan, ia juga berbincang dengan ibu-ibu berwajah murung sebagai cikal bakal memunculkan kecurigaannya.
Situasi rumah sakit juga semakin sibuk untuk menangani pasien dalam kondisi darurat. Di momen inilah, ia memutuskan masuk ruang NICU dan kaget bayinya sudah tidak ada di inkubator.
Nina kembali melihat ibu-ibu sebelumnya dan sudah dalam kondisi menggendong bayi. Ia merasa penasaran lantaran pakaian bayi dikenakan serupa dengan buah hatinya.
Nina terkejut bayi yang dibawa adalah buah hatinya. Ia spontan berteriak untuk memanggil seorang perawat di sekitarnya.
Nina semakin kaget perawat tersebut mengaku telah memberikan bayinya kepada orang lain. Alasannya lantaran Nina tidak menjawab panggilannya.
Sontak, kejadian ini membuat Nina curhat melalui media sosial. Perhatian itu mengundang perhatian Dedi Mulyadi dan pihak RSHS Bandung untuk mengunjungi kediamannya.
Nina menjelaskan, Dedi Mulyadi mengetahui pihak RSHS sedang berada di kediamannya. Gubernur Jabar meminta agar jajaran rumah sakit memberikan penjelasan secara detail terkait polemik ini.
"Setelah saya jelaskan, langsung bilang 'Mana bu katanya ada dari pihak rumah sakit di situ?', 'Ada Pak', 'saya mau ngobrol'," ulas Nina saat berbincang dengan KDM melalui VC.
Selaras dengan video diunggah Dedi Mulyadi, kata Nina, Gubernur Jabar langsung menindaklanjuti perawat yang hampir membuat bayi milik Nina nyaris tertukar.
"Perihal masalah suster. Itu kan susternya katanya mau diapakan. Apakah mau ditindaklanjuti atau mau seperti apa. Katanya Pak Dedi, kalau misalkan dia emang salah, mau dikeluarin. Tapi, kalau nggak, apakah karena sedikit kesalahan biar di SP1," bebernya.
Selepas itu, Nina kembali berbincang dengan KDM. Ia mendapat uang bantuan sebesar Rp10 juta dari mantan Bupati Purwakarta tersebut sehingga dirinya akan menggunakan uang itu untuk menggelar akikah.
Nina Saleha Laporkan Oknum Perawat RSHS Bandung ke Polisi
Pada Jumat (17/4/2026), Nina Saleha, ibu dari bayi laki-laki yang diduga tertukar kini resmi melaporkan oknum perawat berinisial N ke Polda Metro Jaya.
Nina melakukan langkah hukum ini lantaran keluarga merasa tanggapan manajemen RSHS Bandung tidak sesuai dengan fakta dialami olehnya. Laporan polisi dari Nina terhadap N telah teregister dengan Nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.
(hap)