- Istimewa
Dedi Mulyadi Blak-blakan Soal Penghapusan Sejumlah Tunjangan Gubernur untuk Kepentingan Masyarakat
- Instagram/dedimulyadi71
Pernyataan tersebut langsung menjadi sorotan karena dinilai sebagai langkah berani sekaligus tidak biasa dalam pengelolaan anggaran pemerintahan.
Dedi bahkan mengajak publik untuk menilai pilihannya secara terbuka.
Ia menyodorkan dua opsi kepada masyarakat, yakni menggunakan anggaran untuk kepentingan pribadi tanpa menuai kritik, atau mengalihkannya untuk kepentingan publik meski harus menghadapi banyak kritik.
Dedi mengaku memilih opsi kedua sebagai bentuk tanggung jawab seorang pemimpin.
“Pemimpin itu harus memilih. Bukan hanya mencari kenyamanan, tapi juga siap dikritik. Kritik itu bagian dari kecintaan masyarakat,” ungkapnya.
Di sisi lain, proyek penataan ini diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang positif.
Dengan kawasan yang lebih tertata dan menarik, potensi kunjungan wisatawan ke Bandung diperkirakan meningkat, yang pada akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu juga diproyeksikan menjadi ruang publik modern yang tetap mempertahankan nilai sejarah.
Hal ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam menggabungkan aspek budaya, estetika, dan fungsi sosial dalam satu kawasan terpadu.
Meski menuai kritik dari sejumlah pihak, langkah yang diambil Dedi Mulyadi ini tetap mendapat perhatian luas dari masyarakat. (adk)