- jabarprov
Begini Nasib Siswa SMAN 1 Purwakarta usai Viral, Dinas Pendidkan Jabar Layangkan Dua Sanksi Tegas
Jakarta, tvonenews.com- Dinas pendidikan Jawa Barat memastikan adanya sanksi diberikan untuk siswa yang bermasalah di SMAN 1 Purwakarta. Beberapa murid viral acung jari tengah ke guru.
- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Perilaku dari siswa SMAN 1 Purwakarta yang viral itu, ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik), Purwanto tidaklah terpuji. Sebab seakan mengolok atau bully guru.
Tentunya, hal tersebut sangat dilarang dalam dunia pendidikan. Purwanto pun melayangkan sanksi tegas kepada mereka.
Sanksi yang diberikan, tetap melibatkan para orang tua dari masing-masing siswa yang bermasalah.
Menurutnya sanksi skorsing yang sebelumnya tersiarkan dan diberikan sekolah tidak berlaku. Sehingga nasib para siswa tetap bisa mengikuti kegiatan belajar dan mengajar (KBM).
- jabarprov
"Sanksinya bukan sekadar hukuman, tetapi pembinaan. Mereka tetap berada dalam ekosistem pendidikan,” ujarnya, dijutip dikutip dari Jabarprov, Rabu (22/4).
Lebih lanjut, Purwanto memastikan para siswa yang acung jari tengah akan diberi sanksi selama 3 bulan lamanya di lingkungan sekolah.
Para siswa juga disebutkan akan menjalani pembinaan selama tiga bulan melalui kegiatan sosial, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.
Sanksi selama 3 bulan tersebut adalah, siswa diharuskan mengikuti kegiatan sekolah dan kegiatan sosial di masyarakat.
Tentunya ini bagian dari pembelajaran bersama, agar siswa sekolah diharapkan bisa menjaga perilakunya.
Bukan hanya itu, para siswa juga akan didampingi dengan ahli atau psikologi untuk melihat perkembangannya selama masa hukuman berjalan.
"Jadi selama proses tersebut, mereka tetap mengikuti pembelajaran dan mendapatkan pendampingan intensif dari guru serta psikolog," ungkap Kadisdik.
Purwanto mengatakan, jika peristiwa yang viral di media sosial kemarin, dipicu dinamika saat pembelajaran berlangsung.
Namun tindakan para siswa dilakukan secara sengaja. Sehingga ada sanksi sosial yang diterim
Purwanyo juga memastikan, Sekolah juga diminta untuk melibatkan wali murid. Sehingga orang ta masing-masing anak terkait bisa tahu perkembangan anaknya.
"harus menjadi refleksi bersama. Anak-anak hari ini tidak hanya dididik oleh guru, tetapi juga oleh media sosial, lingkungan, dan masyarakat,” tegas Kadisdik Jabar itu.(klw)