- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Ditemui Dedi Mulyadi, Bu Atun Guru SMAN 1 Purwakarta Ceritakan Kronologi Diolok-olok oleh 9 Siswa: Kenapa Begini?
Purwakarta, tvOnenews.com - Guru PKN SMAN 1 Purwakarta, Syamsiah alias Bu Atun mengungkap kronologi kasus sembilan siswa mengolok-olok dirinya. Ia menyampaikan hal ini saat ditemui oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi menemui Bu Atun di tengah aktivitasnya memastikan proses hukuman terhadap sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta berjalan dengan lancar.
Mulanya, Bu Atun ditanya oleh Dedi Mulyadi terkait kebiasaan sembilan siswa yang mengejek hingga mengolok-olok dirinya.
"Dari sembilan siswa itu satu kelas? Selama ini di kelasnya, bagaimana si anak-anak itu?," tanya Dedi Mulyadi dilansir dari kanal YouTube pribadinya, Rabu (22/4/2026).
Bu Atun mengatakan, kebiasaan sembilan siswa tersebut berbeda-beda. Ia menyebut sebagian ada yang hasil pembelajarannya positif.
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
"Ada juga hasil pembelajarannya biasa dan juga ada yang kurang," kata Bu Atun.
Menariknya, ia mengungkapkan bahwa di antara sembilan siswa, terdapat seorang siswa yang sering bermasalah. Kata dia, siswa tersebut kerap kali mendapat pembinaan darinya.
Ia mengatakan, siswa tersebut sering dipanggil olehnya. Dari hasil kesabarannya, siswa bermasalah itu selalu mengucapkan terima kasih setelah dibina olehnya.
"Saya sering mengatakan ke kelas untuk semua 'hati-hati dalam melangkah. Kadang kita suka lupa diri'. Saya selalu aja dari semester satu itu, Pak. Terus ada perubahan, Alhamdulillah anak-anak kelas itu memang rada masyaallah," bebernya.
KDM menyebut kenakalan siswa sekolah sebagai tantangan besar bagi guru. Bu Atun justru mengatakan, kenakalan anak muridnya semakin menantang dirinya membentuk kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional mereka.
Lebih lanjut, Bu Atun justru kaget setelah mereka beranjak ke semester dua. Ia mengatakan, di momen ini ada perubahan pada akhlak yang menjadi cikal bakal ejekan hingga aksi tidak terpuji kepada dirinya viral di media sosial.
Bu Atun menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Kamis (16/4/2026). Ia kebetulan baru saja menyelesaikan tugasnya untuk mengajar tentang praktik keberagaman.