- Instagram/maiaestiantyreal
Maia Estianty Titip Pesan Menyentuh untuk Syifa Hadju agar Selalu Jaga dan Peluk El Rumi: Bunda Tidak Bisa
tvOnenews.com - Prosesi siraman jelang pernikahan El Rumi dan Syifa Hadju menjadi sorotan publik karena dipenuhi nuansa haru dan emosional.
Dalam momen sakral tersebut, Maia Estianty tak hanya menyampaikan doa dan harapan untuk putranya, tetapi juga menitipkan pesan khusus yang begitu menyentuh untuk calon menantunya.
Suasana yang seharusnya penuh kebahagiaan itu mendadak berubah menjadi penuh haru saat Maia berbicara dengan suara lirih dan mata yang berkaca-kaca.
Ia mengungkapkan perasaan terdalam sebagai seorang ibu yang selama ini tidak selalu bisa hadir sepenuhnya dalam kehidupan sang anak.
“Untuk Syifa, bunda titipkan El Rumi, yang dulu bunda tidak selalu bisa memeluknya setiap hari,” ucap Maia dengan penuh emosi, seperti dikutip dari unggahan TikTok.
Kalimat sederhana itu menjadi pembuka dari pesan yang begitu dalam maknanya.
Maia tidak meminta hal-hal besar atau berlebihan kepada Syifa. Ia hanya menyampaikan satu permintaan yang sangat tulus, yakni agar Syifa bisa memberikan kehangatan yang mungkin dulu tidak selalu bisa ia berikan kepada El.
“Peluk El sering-sering dan yang lama ya, karena bunda tidak bisa melakukannya sampai hari ini,” lanjutnya.
- Instagram/syifahadju
Ucapan tersebut langsung menyentuh hati banyak orang yang menyaksikan momen tersebut.
Bagi Maia, pelukan bukan sekadar sentuhan fisik biasa. Lebih dari itu, pelukan adalah simbol kasih sayang, kehadiran, dan perhatian yang utuh dalam sebuah hubungan keluarga maupun pasangan.
Diketahui, setelah perceraiannya dengan Ahmad Dhani, Maia sempat melalui fase sulit sebagai seorang ibu.
Ia tidak selalu bisa leluasa bertemu dan menghabiskan waktu bersama anak-anaknya, termasuk El Rumi.
Situasi tersebut menjadi luka batin tersendiri yang membekas hingga kini. Dalam beberapa kesempatan, Maia pernah mengungkapkan betapa beratnya menjalani hari-hari tanpa bisa memeluk dan mendampingi anak-anaknya secara langsung.
Kerinduan itu tidak hanya soal jarak, tetapi juga tentang kehilangan momen-momen kecil yang seharusnya bisa dilalui bersama sebagai keluarga.
Tak heran jika dalam momen sakral menjelang pernikahan El, perasaan tersebut kembali muncul ke permukaan.