- Antara
Terungkap! Pengasuh Daycare Little Aresha Diduga Ambil Jatah Makan Anak hingga Korban Dibiarkan Kelaparan
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan dan kelalaian di daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo terus menjadi sorotan publik.
Setelah sebelumnya muncul laporan terkait kondisi kesehatan anak yang menurun, kini terungkap fakta baru yang semakin membuat masyarakat geram, yakni dugaan bahwa pengasuh mengambil jatah makanan anak hingga korban mengalami kelaparan.
Peristiwa ini mencuat setelah seorang mantan karyawan daycare tersebut berani melapor ke pihak kepolisian.
Ia mengaku tidak tahan melihat perlakuan yang dinilai tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan.
Proses pengunduran dirinya pun disebut tidak berjalan mulus karena ijazahnya sempat ditahan oleh pihak daycare, hingga akhirnya kasus ini dilaporkan dan mulai ditindaklanjuti.
Salah satu orang tua korban, Choirunisa, mengungkapkan pengalaman pahit yang dialami anaknya sejak dititipkan di daycare tersebut pada awal April 2026.
Ia menyebut, dalam waktu singkat, kondisi anaknya berubah drastis baik secara fisik maupun perilaku.
“Kalau untuk penitipan anaknya itu baru bulan ini, sekitar tanggal 2 atau 3 April,” ujarnya.
Dalam satu hingga dua minggu pertama, ia sudah melihat adanya luka pada tubuh anaknya.
- Threads/tittaa555
Tak hanya itu, anaknya juga mengalami pilek berkepanjangan, batuk hebat hingga muntah, serta penurunan berat badan dari hampir 9 kilogram menjadi sekitar 8 kilogram.
Namun yang paling mengejutkan adalah dugaan bahwa anaknya tidak mendapatkan asupan makanan yang layak selama berada di daycare tersebut.
Choirunisa mengaku selalu membekali anaknya dengan berbagai makanan ringan sebelum berangkat.
“Saya selalu bawakan snack, jajanan pasar. Tapi setiap pulang itu selalu habis, dan dia lihat langsung yang makan itu miss-nya,” ungkapnya.
Menurutnya, kondisi anaknya setiap pulang dari daycare selalu dalam keadaan lapar, bahkan kerap menangis dan menunjukkan tanda-tanda ketakutan.
Hal ini menimbulkan dugaan kuat bahwa anak tidak mendapatkan haknya secara layak, termasuk dalam hal konsumsi makanan.
Lebih lanjut, Choirunisa juga mengungkap dampak psikologis yang mulai terlihat pada anaknya.
Sang anak disebut mengalami perubahan perilaku yang cukup signifikan, seperti rasa takut berlebihan hingga kesulitan tidur.
“Setiap pulang dia selalu kelaparan, nangis, ketakutan. Bahkan tadi malam dia tidur enggak mau di kasur tanpa ada bantal,” ujarnya.
Kondisi ini menjadi perhatian serius karena tidak hanya menyangkut kesehatan fisik, tetapi juga perkembangan mental dan emosional anak.
Dalam usia dini, pengalaman buruk seperti ini dapat meninggalkan trauma yang berpotensi berdampak jangka panjang.
Kasus daycare Little Aresha ini semakin meluas setelah diketahui bahwa sebanyak 53 anak diduga menjadi korban penganiayaan dan kelalaian oleh pengurus serta pengasuh.
Jumlah ini tentu menambah kekhawatiran masyarakat terhadap keamanan tempat penitipan anak, khususnya di wilayah Yogyakarta.
Selain dugaan pengambilan jatah makanan, berbagai laporan lain juga mengindikasikan adanya pola perlakuan yang tidak layak terhadap anak-anak.
Hal ini memicu desakan dari masyarakat agar pihak berwenang segera mengambil tindakan tegas.
Kasus ini menjadi pengingat penting bagi para orang tua untuk lebih berhati-hati dalam memilih daycare.
Tidak hanya fasilitas dan lokasi, tetapi juga kredibilitas, pengawasan, serta rekam jejak pengelola harus menjadi pertimbangan utama.
Di sisi lain, kejadian ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dari pemerintah terhadap lembaga penitipan anak.
Standar operasional, izin resmi, serta sistem pengawasan yang ketat menjadi hal yang tidak bisa diabaikan demi memastikan keselamatan dan kesejahteraan anak-anak. (adk)