- YouTube/KANG DEDI MULYADI - Instagram/uscremonese
Top 3 Sepekan: Kepsek di Jabar Sepakat dengan KDM, 2 Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-Sapu, hingga Media Italia Heran
tvOnenews.com - Kabar tentang Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi hingga pemain Timnas Indonesia menjadi kabar terpopuler dalam sepekan terakhir di tvOnenews.com.
Berikut rangkuman tiga artikel terpopuler di tvOnenews.com:
Kepsek di Jabar Sepakat dengan Gagasan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi
- Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel
Program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang digagas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendapat respons positif dari sejumlah kepala sekolah SMA di Jawa Barat.
Mereka menilai program ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus melahirkan generasi unggul.
Kepala SMAN 1 Bekasi, Mukaromah, menyebut Sekolah Maung seperti menghidupkan kembali konsep sekolah unggulan yang dulu sempat ada.
Ia berharap setiap daerah nantinya memiliki sekolah berkualitas yang mampu mendorong prestasi siswa dan meningkatkan daya saing pendidikan.
Dukungan serupa juga datang dari Kepala SMAN 2 Cibinong, Elis Nurhayati.
Menurutnya, program ini membuka peluang lebih luas bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik, untuk berkembang sesuai potensinya.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Tasikmalaya, Yonandi, menegaskan bahwa Sekolah Maung bukan bentuk diskriminasi, melainkan upaya mengoptimalkan potensi siswa yang selama ini belum terfasilitasi secara maksimal.
Program Sekolah Maung sendiri merupakan bagian dari strategi Pemprov Jabar untuk mencetak sumber daya manusia unggul dan adaptif.
Sekolah ini nantinya akan menampung siswa berprestasi dari berbagai bidang, termasuk akademik, olahraga, seni, hingga industri kreatif.
Baca berita selengkapnya: Kepsek di Jabar Berbondong-bondong Tanggapi Gagasan Gubernur KDM, Sepakat Dukung Program Sekolah Manusia Unggul
KDM Bagikan 2 Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-Sapu di Jawa Barat
- jabarprov.go.id
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti maraknya populasi ikan sapu-sapu di sejumlah sungai, khususnya di wilayah perbatasan Jabar dan Jakarta.
Ia menilai, ledakan jumlah ikan invasif tersebut bukan sekadar persoalan populasi, melainkan tanda menurunnya kualitas lingkungan perairan.
Menurut Dedi, ikan sapu-sapu cenderung berkembang pesat di sungai yang telah tercemar.
Kondisi ini membuat ikan endemik atau lokal sulit bertahan, sehingga ekosistem menjadi tidak seimbang.
Untuk mengatasi masalah ini, Dedi mengusulkan dua langkah utama.
Pertama, melakukan penangkapan ikan sapu-sapu secara masif dan serentak agar populasinya cepat berkurang.
Kedua, memperbaiki kualitas air sungai agar ikan endemik bisa kembali hidup dan bersaing secara alami.
Ia juga mengapresiasi inisiatif warga yang sudah mulai menangkap ikan sapu-sapu, meski masih dilakukan secara individu.
Namun, menurutnya, solusi jangka panjang tetap bergantung pada upaya perbaikan lingkungan.
Fenomena ini sebelumnya juga terjadi di Jakarta, di mana pemerintah setempat melakukan penangkapan massal ikan sapu-sapu di berbagai titik sungai.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa persoalan ini perlu ditangani secara serius dan berkelanjutan, tidak hanya dengan penangkapan, tetapi juga dengan pemulihan ekosistem air.
Baca berita selengkapnya : Di Jakarta Ramai, Gubernur Dedi Mulyadi Bagikan Dua Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-sapu di Jabar: Harus Diangkat
Media Italia Heran Pemain Cremonese Tak Ada yang Bantu Emil Audero
- Cremonese Official
Penampilan kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, menjadi sorotan usai kekalahan telak Cremonese dari Napoli dalam lanjutan Serie A.
Bermain pada pekan ke-34, Cremonese harus menyerah dengan skor 0-4 setelah terus berada di bawah tekanan sepanjang pertandingan.
Media Italia, termasuk Il Giorno, menilai para pemain Cremonese gagal memberikan perlindungan maksimal kepada Audero.
Sejak awal laga, tim asuhan Marco Giampaolo kesulitan keluar dari tekanan Napoli yang tampil dominan.
Akibatnya, Emil Audero harus bekerja ekstra keras menghadapi gelombang serangan lawan.
Meski kebobolan empat gol, ia justru tampil menonjol dengan sejumlah penyelamatan penting, termasuk menggagalkan penalti dari Scott McTominay.
Secara statistik, Audero mencatatkan enam penyelamatan krusial, beberapa di antaranya dilakukan di area berbahaya.
Penampilannya ini bahkan membuatnya mendapat rating tertinggi di antara pemain Cremonese, yakni 7,1 versi FotMob dan 7,3 dari Sofascore.
Kendati tampil impresif, kekalahan ini membuat posisi Cremonese semakin terancam di papan bawah klasemen.
Mereka kini hanya unggul selisih gol dari Lecce yang berada di zona degradasi.
Hasil ini sekaligus menegaskan bahwa meski tampil gemilang secara individu, Emil Audero tetap membutuhkan dukungan solid dari lini pertahanan agar timnya bisa keluar dari tekanan dan meraih hasil positif.
Baca berita selengkapnya: Media Italia Heran, Tak Ada Pemain Cremonese yang Bantu Emil Audero saat Gawangnya Digempur Napoli
(hap/han/gwn)