Di Jakarta Ramai, Gubernur Dedi Mulyadi Bagikan Dua Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-sapu di Jabar: Harus Diangkat
- Antara
Bandung, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi membagikan dua usulan membasmi ikan sapu-sapu. Ia membicarakan hal ini mengingat fenomena pemusnahan massal ikan invasif ini ramai di sejumlah wilayah Jakarta.
Dedi Mulyadi ikut memberikan penilaiannya. Populasi ikan sapu-sapu dinilai semakin tidak terkendali di sejumlah sungai di Jabar, terutama di perbatasan dengan Jakarta.
Dedi Mulyadi menganggap keberadaan ikan sapu-sapu tidak hanya berbicara tentang populasi. Ia menyoroti indikator penurunan kualitas air dan lingkungan terutama di sungai.
KDM sapaan akrabnya berpendapat sapu-sapu bertumbuh pesat apabila perairan atau sungai sudah mengalami pencemaran lingkungan. Menurutnya, cara menanganinya tidak sekadar melakukan penangkapan.
"Ikan sapu-sapu untuk seluruh daerah ya ambil saja, tangkap saja. Kemudian, sapu-sapu itu kan tumbuh mana kala sungainya sudah mengalami penurunan kualitas," ujar Dedi Mulyadi dalam keterangan resminya, Kamis (23/4/2026).
Alasan Dedi Mulyadi Soroti Kualitas Sungai Memicu Pertumbuhan Ikan Sapu-sapu
- Pemprov Jabar
Lebih lanjut, Dedi Mulyadi menyampaikan alasannya terkait maraknya pertumbuhan ikan sapu-sapu. Hal ini berkaitan dengan kualitas sungai yang sudah sehat.
Kata Gubernur Jabar itu, ikan sapu-sapu mendominasi sebagai bukti ekosistem tidak berimbang lagi. Padahal perairan menjadi efektif apabila banyak ikan endemik yang hidup.
Sayangnya kini banyak perairan sungai tidak sehat membuat ikan endemik atau lokal kalah bertahan. Sementara, kondisi ini menyebabkan pertumbuhan ikan sapu-sapu berkembang pesat.
"Jadi, kalau sungai mengalami penurunan kualitas, maka sungai yang hidup hanya sapu-sapu," ucapnya.
Apa Saja Cara Jitu Berantas Ikan Sapu-sapu yang Diusulkan KDM?
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
KDM menyampaikan dua langkah utama. Ia menekankan agar pemberantasan ikan dilakukan secara bersamaan.
Menurutnya, pembasmian secara bersamaan bentuk langkah serius mengatasi ikan sapu-sapu. Pergerakannya tidak boleh setengah-setengah agar persoalan ini tuntas.
"Jadi, kalau ingin menghilangkan sapu-sapu ada dua hal. Pertama, sapu-sapunya harus diangkat," terangnya.
Kemudian, mantan Bupati Purwakarta ini membagikan langkah kedua. Ia menginginkan seluruh pihak terutama pemerintah memperbaiki kualitas air khususnya di sungai.
"Kedua, kualitas airnya harus diperbaiki agar ikan endemiknya hidup lagi," jelasnya.
Ia meyakini ikan endemik akan kembali bersaing. Ikan lokal bisa mendominasi daripada ikan sapu-sapu, dengan catatan hal itu terjadi apabila kualitas air sungai telah membaik.
"Pokoknya di daerah yang di mana airnya sudah tercemar, pasti ikannya tinggal sapu-sapu," tegasnya.
Warga Jawa Barat Tangkap Ikan Sapu-sapu
Dedi Mulyadi mengapresiasi warga Jabar. Ia mendapatkan informasi bahwa mereka selama ini sudah lebih dulu memberantas ikan sapu-sapu.
Kendati demikian, sebagian warga di sejumlah wilayah di Jabar melakukan penangkapan ikan sapu-sapu bersifat individu, bukan secara bersama-sama.
Ia menilai langkah ini setidaknya membantu agar populasi ikan invasif ini semakin berkurang. Namun begitu, solusi utamanya tetap menyasar pada perbaikan kualitas air terutama di perairan sungai.
"Kalau selama ini, ikan sapu-sapu sudah diambilin oleh warga Jabar," tukasnya.
Fenomena Pemusnahan Ikan Sapu-sapu di Jakarta
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menggelar operasi penangkapan ikan sapu-sapu. Hal itu terjadi secara serentak pada Jumat (17/4/2026) dari pukul 07.30 hingga 10.00 WIB.
Di Jakarta Timur, lokasi penangkapan di Dermaga Eco Eduwisata Ciliwung, Cililitan, Kramat Jati. Di Jakarta Barat, lokasinya terletak di Kali Anak TSI.
Sementara, lokasi penangkapan di Jakarta Selatan berlangsung di Pintu Air Outlet Setu Babakan, Jakarta Pusat di Kali Cideng depan Plaza Indonesia. Adapun lokasi di Jakarta Utara di Saluran RW 06 Kelurahan Kelapa Gading Barat.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyampaikan bahwa, operasi penangkapan ikan sapu-sapu akan digelar secara rutin. Lokasi penangkapannya juga akan meluas di seluruh titik perairan di Jakarta.
"Pasti akan dilakukan secara rutin dan diperluas," ucap Pramono.
Diketahui, penggagas pemberantasan ikan sapu-sapu berasal dari kreator konten, Arief Kamarudin. Melalui media sosial pribadinya, ia kerap membagikan aktivitas menangkap ribuan sapu-sapu di Sungai Ciliwung, tepatnya di wilayah Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Berdasarkan keterangan dari Arief Kamarudin, keberadaan ikan sapu-sapu sangat berbahaya. Pertumbuhan ikan ini tidak terkendali sejak lama di Ciliwung.
Invasi ikan sapu-sapu dapat membuat ikan endemik sulit bergerak. Pasalnya, kemampuan adaptasi ikan ini sangat tinggi dan tergolong kuat meski di air tercemar.
Selain itu, reproduksi ikan sapu-sapu juga cepat. Menariknya, ikan ini sulit berkurang lantaran minim predator alami sehingga menyebabkan kerusakan habitat ikan lokal.
(hap)
Load more