- Threads/tittaa555
Orang Tua Korban Daycare Little Aresha Curiga Usai Temukan Banyak Luka Misterius di Punggung Anak
tvOnenews.com - Kasus dugaan kekerasan di daycare Little Aresha yang berlokasi di Umbulharjo terus menjadi perhatian publik.
Setelah sebelumnya muncul berbagai kesaksian terkait kondisi anak yang menurun hingga dugaan kelalaian, kini kecurigaan orang tua semakin menguat setelah ditemukannya luka misterius di tubuh anak, khususnya di bagian punggung.
Peristiwa ini terungkap setelah seorang mantan karyawan daycare melaporkan dugaan perlakuan tidak manusiawi terhadap anak-anak yang dititipkan.
Karyawan tersebut mengaku tidak tahan dengan kondisi yang terjadi di dalam, hingga akhirnya memutuskan untuk mengundurkan diri.
Namun, proses resign itu disebut sempat terhambat karena ijazahnya ditahan oleh pihak daycare. Laporan ke kepolisian pun menjadi pintu awal terbongkarnya kasus ini.
Salah satu orang tua korban, Noorman, mengungkapkan pengalaman yang membuatnya curiga terhadap kondisi anaknya selama berada di daycare tersebut.
Ia menyebut bahwa anaknya yang berusia dua setengah tahun mengalami luka di bagian punggung dan bibir, yang sebelumnya tidak ada saat berangkat dari rumah.
“Anak saya yang 2 tahun setengah itu ada luka di punggung dan di bibir. Padahal kalau pagi saya mandikan dari rumah itu tidak ada luka di badan,” ujarnya.
- Threads/@riskynaaku via X/@bilbiils_
Menurut Noorman, kejanggalan mulai terasa ketika pihak daycare melaporkan adanya luka pada anaknya hanya beberapa jam setelah dititipkan.
Pihak daycare disebut menyatakan bahwa luka tersebut sudah ada sejak anak diantar, sesuatu yang justru bertolak belakang dengan kondisi yang dilihat orang tua sebelumnya.
“Kemudian begitu kita antar ke daycare, selisih beberapa jam ada laporan dari daycare bahwa ada luka di punggung sama di bibir. Katanya sudah ada dari awal,” lanjutnya.
Pada awalnya, Noorman dan keluarga tidak langsung menaruh curiga. Namun, kejadian serupa terulang beberapa hari kemudian dengan pola yang hampir sama.
Hal ini membuat kecurigaan semakin kuat, terlebih setelah mengetahui bahwa kasus serupa juga dialami oleh orang tua lain.
“Sekali itu kami tidak curiga. Tapi beberapa hari kemudian ada lagi. Lukanya sama, di bibir dan punggung. Ini hampir sama dengan yang dialami orang tua lain,” ungkapnya.