news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Kunjungan Sherly Tjoanda ke Sekolah Rakyat Akekolan.
Sumber :
  • YouTube/GubSherly

Usai Dites Sherly Tjoanda, Murid Sekolah Rakyat Malah Jadi Sorotan Netizen: Zaman Dulu Gak Hafal Gak Boleh Pulang

Usai dites perkalian dadakan oleh Gubernur Malut Sherly Tjoanda, murid di Sekolah Rakyat Akekolano justru jadi sorotan netizen, dibandingkan dengan zaman dulu.
Kamis, 7 Mei 2026 - 05:35 WIB
Reporter:
Editor :

Sherly juga menyampaikan harapannya agar para murid Sekolah Rakyat dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa. 

Namun, ia menegaskan bahwa fasilitas dan dukungan saja tidak cukup tanpa usaha dari diri sendiri.

“Harusnya anak Sekolah Rakyat itu akan diberikan beasiswa sekolah terbaik di Indonesia, tapi keinginan saja tidak cukup, guru bagus diberikan pun tidak cukup, fasilitas bagus diberikan pun tidak cukup jika dari kalian sendiri tidak ada disiplin, waktu kalian yang begitu banyak dipakai untuk menghafal minimal kali-kali itu ada di luar kepala, ngerti?” ucapnya.

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos pantau Program Sekolah Rakyat di Akekolano
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube GubSherly

Dalam pesannya, Sherly juga menyoroti kebiasaan generasi muda yang banyak menghabiskan waktu di media sosial. 

Ia mengingatkan agar waktu tersebut dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat, seperti belajar.

“Tiap hari daripada duduk scroll TikTok, khayal yang di awan-awan, sekali-kali itu hafalkan sampai di luar kepala. Jadi kalau orang tanya bisa langsung jawab,” pesannya.

Pesan tersebut disampaikan dengan nada tegas, namun sarat motivasi agar para siswa lebih disiplin dalam belajar.

Viral di Media Sosial, Jadi Sorotan Netizen

Momen tes dadakan ini pun viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari netizen. 

Banyak yang menyoroti kemampuan dasar siswa yang dinilai masih kurang, terutama dalam hal hafalan perkalian.

Tak sedikit pula yang membandingkan dengan sistem pendidikan di masa lalu, di mana hafalan dianggap sebagai hal wajib sebelum siswa diperbolehkan pulang sekolah.

“Zaman dulu kalau nggak hafal nggak boleh pulang,” komentar salah satu netizen.

“Dulu waktu aku SD kalau mau pulang dites hafalan, kalau gak hafal malu sendiri” tulis yang lain.

Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kejadian ini membuka kembali diskusi tentang pentingnya penguatan pendidikan dasar, terutama dalam kemampuan berhitung dan kedisiplinan belajar.

Kunjungan Sherly Tjoanda ke Sekolah Rakyat pun bukan sekadar agenda rutin, melainkan menjadi refleksi bersama tentang tantangan pendidikan yang masih perlu dibenahi demi masa depan generasi muda. (gwn)

Berita Terkait

1
2
Tampilkan Semua

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:17
01:53
05:06
05:41
00:54
07:47

Viral