- kolase tim tvOnenews.com
TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi
Kala itu, Dedi Mulyadi meminta agar persoalan diselesaikan melalui jalur hukum dan birokrasi tanpa tekanan massa.
Namun beberapa waktu kemudian, Kades Hoho kembali muncul dengan sikap yang lebih tegas.
Ia meminta hasil pemeriksaan khusus dari inspektorat dibuka secara transparan karena merasa banyak ketidaksesuaian dalam hasil pemeriksaan.
Tak hanya itu, Hoho juga mengungkap pengalaman pahitnya pada 2020 ketika dirinya disebut sempat dikaitkan dengan dugaan kerugian negara meski mengaku belum menggunakan anggaran desa sama sekali.
Di tengah polemik yang terus bergulir, Hoho memastikan pelantikan perangkat desa tetap akan dilakukan.
“Jadi kalau masalah pelantikan tetap saya lantik. Kalaupun final nanti dari PTUN itu dinyatakan saya bersalah, ya itu menjadi konsekuensi saya gitu loh. Ini negara hukum, jadi janganlah semua serba seperti itu,” tegasnya.
Ia bahkan mempersilakan pihak yang merasa dirugikan membawa perkara tersebut ke Pengadilan Tata Usaha Negara.
Baca selengkapnya: Setelah Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Sebut Tetap Lantik Perangkat Desa
3. Sherly Tjoanda Heran Lihat Porsi Makan Murid Sekolah Rakyat: “Anak Cowoknya Kurang”
- YouTube/GubSherly
Selain soal pembangunan sekolah, Sherly Tjoanda juga menjadi sorotan saat mengecek langsung makanan murid Sekolah Rakyat di Akelolano.
Dalam kunjungannya, Sherly berbincang dengan para siswa dan bertanya apakah makanan yang diberikan sudah cukup.
Namun jawaban para murid justru membuatnya heran. Beberapa siswa mengaku masih merasa lapar karena porsi lauk dan nasi dinilai kurang.
Sherly kemudian langsung meminta pihak sekolah memperhatikan kebutuhan gizi para siswa, terutama murid laki-laki yang sedang dalam masa pertumbuhan.
“Ikannya kurang, Pak Kepala Sekolah, ini lagi masa pertumbuhan,” ujar Sherly.
Ia bahkan mengecek langsung menu makanan yang berasal dari katering dan menilai porsinya memang terlalu sedikit untuk anak laki-laki.
“Ya emang standarnya gini, tapi anak cowoknya kurang,” katanya.
Sherly lalu menyarankan agar porsi nasi dan lauk ditambah supaya kebutuhan gizi siswa lebih terpenuhi.