News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tangis Siswi SMKN 2 Garut Mengadu ke Dedi Mulyadi, Ngaku Trauma Rambut Dipotong Guru BK, KDM: Udah Lah Biasa Aja

Menanggapi curahan hati para siswi, Dedi Mulyadi mencoba menenangkan suasana. Ia meminta para siswi tidak terus larut dalam rasa sedih
Jumat, 8 Mei 2026 - 08:35 WIB
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) undang guru BK, jajaran sekolah, dan siswi SMKN 2 Garut
Sumber :
  • Tangkapan layar YouTube Lembur Pakuan Channel

Jakarta, tvOnenews.com - Suasana haru menyelimuti pertemuan antara sejumlah siswi SMKN 2 Garut dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, setelah polemik pemotongan rambut oleh guru BK menjadi sorotan publik. Beberapa siswi tampak menangis ketika menyampaikan perasaan mereka.

Dalam pertemuan tersebut, para sebanyak 18 siswi mengaku kecewa karena rambut mereka dipotong hingga pendek oleh guru BK. Mereka merasa kehilangan rasa percaya diri dan mengaku sempat malu dengan penampilan baru mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Salah seorang siswi bahkan mengungkapkan bahwa dirinya merasa seperti laki-laki.

"Kayak laki-laki. Sakit hati, trauma," katanya.

Menanggapi curahan hati para siswi, Dedi Mulyadi mencoba menenangkan suasana. Ia meminta para siswi tidak terus larut dalam rasa sedih dan menganggap kejadian tersebut secara lebih ringan.

"Jangan ngomong trauma, biasa aja lah. Aku digaplok gak pernah trauma sama guru. Udah lah biasa aja, Kamu udah bisa senyum. gak boleh sakit hati," ujar Dedi.

Para siswi juga menjelaskan bahwa penggunaan riasan wajah yang mereka kenakan selama ini tidak berlebihan. Mereka mengatakan hanya memakai kosmetik sederhana untuk menjaga penampilan agar terlihat lebih rapi.

"Biar cantik. Sunscreen, bedak, gak (tebal). Kalau tebal mah gak pakai," kata salah satu siswi.

Saat ditanya mengenai aturan sekolah terkait penggunaan makeup, mereka mengaku siap mengikuti ketentuan yang berlaku selama tetap memperoleh akses pendidikan gratis.

"Boleh, mau. Make up tipis tapi gratis," ucap siswi lainnya.

Guru BK bernama Ai Nursaida kemudian menjelaskan bahwa enam siswi yang terlibat sebenarnya dikenal disiplin dan tidak memiliki catatan buruk di sekolah. 

Menurutnya, persoalan yang belakangan menjadi perhatian adalah tren penampilan siswa yang dianggap mulai berlebihan, termasuk pewarnaan rambut dan penggunaan kosmetik.

"Keenam anak ini baik-baik aja secara perilaku baik. Akademis gak ada masalah, rajin sekolah," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ai mengaku sering menerima keluhan dari lingkungan sekolah terkait standar penampilan siswa. Ia mengatakan tekanan tersebut membuat dirinya merasa serba salah ketika harus menegakkan aturan.

"Keresahan di masyarakat, anak-anak laki-laki biasanya. Bu kenapa kalau laki-laki panjang sedikit dirazia, kalau yang perempuan rambut merah dibiarin," ujarnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Punya Tunggakan PBB-P2? Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan pada 2026

Punya Tunggakan PBB-P2? Pemprov DKI Jakarta Beri Keringanan pada 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali memberikan insentif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan atau PBB-P2 tahun 2026. 
Cetak 22 Gol di Liga Inggris, Mimpi AC Milan Datangkan Igor Thiago dari Brentford Hampir Mustahil karena Mahalnya Biaya Transfer

Cetak 22 Gol di Liga Inggris, Mimpi AC Milan Datangkan Igor Thiago dari Brentford Hampir Mustahil karena Mahalnya Biaya Transfer

AC Milan dihadapkan pada tantangan besar dalam upaya memperkuat lini serang mereka musim depan. Salah satu nama yang masuk radar Rossoneri adalah Igor Thiago.
Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Akhir Maret 2026, Setara 40,75% PDB

Utang Pemerintah Tembus Rp9.920 Triliun Akhir Maret 2026, Setara 40,75% PDB

Dalam laporannya, DJPPR menegaskan strategi pengelolaan utang tetap dilakukan secara hati-hati untuk menjaga keseimbangan portofolio pembiayaan negara.
Warga Jabar Berbondong-bondong Minta Dedi Mulyadi Fokus Atasi Kendala Akses SMKN 1 Rancabali, Bukan'Status' Sekolah

Warga Jabar Berbondong-bondong Minta Dedi Mulyadi Fokus Atasi Kendala Akses SMKN 1 Rancabali, Bukan'Status' Sekolah

Polemik terkait SMKN 1 Rancabali ramai menjadi perbincangan publik. Warga Jabar minta Dedi Mulyadi beri solusi soal masalah jarak tempuh, bukan status sekolah.
Reaksi Berkelas Nova Arianto Usai Timnas Indonesia Segrup dengan Vietnam di Piala AFF U-19 2026: Kita Juara Bertahan, Siap Beri Perlawanan

Reaksi Berkelas Nova Arianto Usai Timnas Indonesia Segrup dengan Vietnam di Piala AFF U-19 2026: Kita Juara Bertahan, Siap Beri Perlawanan

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, akhirnya angkat bicara usai hasil drawing Piala AFF U-19 2026 mempertemukan Garuda dengan Vietnam di fase grup.
Relawan SPPG dan Pelajar SMK di Jogja Cekoki Miras Dua Gadis ABG hingga Berujung Pemerkosaan

Relawan SPPG dan Pelajar SMK di Jogja Cekoki Miras Dua Gadis ABG hingga Berujung Pemerkosaan

Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan seorang pelajar SMK dan relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta...

Trending

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Komitmen Gubernur Malut Sherly Tjoanda, bakal Bangun Rumah Layak Huni untuk Suku Togutil: Ini Bukan Modernisasi

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos berkomitmen Pemprov Malut akan melakukan pembangunan rumah layak huni bagi masyarakat adat Suku Togutil.
Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Bukan Tanam Sayur, Dedi Mulyadi Kasih Upah Rp2 Juta ke Petani Cianjur Buat Lakukan Hal Ini

Banjir yang melanda kawasan dataran tinggi seperti Puncak dan Cipanas, Kabupaten Cianjur, memicu keprihatinan serius Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM). 
TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

TRENDING: Sherly Tjoanda Tahan Tawa Dengar Permintaan Pejabat, hingga Kades Hoho Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi

Sejumlah video pejabat daerah kembali ramai diperbincangkan publik di media sosial. Mulai dari Gubernur Malut Sherly Tjoanda hingga Gubernur Jabar Dedi Mulyadi.
Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Dikabarkan Ada Bocah Dibully karena Ngomong Bahasa Inggris, Gubernur Malut Sherly Tjoanda: Just Ignore Them

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos menemui Altaf, bocah asal Ternate yang dicemooh teman-temannya efek kerap bicara bahasa Inggris dengan turis.
Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat Jujur, Celetukan Gubernur Sherly Tjoanda saat Cicipi Kenari Sebelei Bikin Warganet Tertawa

Kelewat jujur, celetukan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda saat cicipi buah kenari Desa Sebelei langsung viral di medsos dan sukses bikin warganet tertawa.
Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Sherly Tjoanda Kaget Anak-anak Tak Bisa Jawab Satu Tambah Satu, Soroti Peran Orang Tua: Mana Mamanya?

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos geleng-geleng kepala anak-anak terdiam saat dikasih pertanyaan perhitungan dasar matematika viral di medsos.
Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati Janji Kampanye, Sherly Tjoanda Kunjungi Suku Togutil, Perjuangkan Hunian untuk Masyarakat Adat

Tepati janji kampanye, Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda kunjungi Suku Togutil, perjuangkan hunian untuk masyarakat adat.
Selengkapnya

Viral