news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sherly Tjoanda - Dedi Mulyadi.
Sumber :
  • Kolase YouTube/GubSherly - YouTube/KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Terpopuler: Siswa SMA Ngadu ke Sherly Tjoanda, Gubernur Malut Tertawa Dengar Permintaan Pejabat, Dedi Mulyadi Ikut Disorot

Perhatian publik dalam beberapa hari terakhir tertuju pada sejumlah peristiwa viral yang melibatkan Sherly Tjoanda hingga Dedi Mulyadi. Berikut rangkumannya!
Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:10 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Perhatian publik dalam beberapa hari terakhir tertuju pada sejumlah peristiwa viral yang melibatkan Sherly Tjoanda hingga Dedi Mulyadi.

Mulai dari siswa SMA yang mengadu ke Sherly Tjoanda soal guru, momen lucu ketika pejabat KemenPU meminta doa agar proyek cepat selesai, sampai sikap tegas Kades Hoho yang tetap ingin melantik perangkat desa.

Berikut rangkuman tiga kabar yang paling banyak menyita perhatian publik:

1. Sherly Tjoanda Langsung Catat Nama Guru Usai Siswa SMA Curhat soal Jam Kosong

Siswa SMAN 1 Morotai adukan guru jarang masuk kelas ke Gubernur Malut Sherly Tjoanda
Sumber :
  • Youtube Gub Sherly

Kunjungan kerja Sherly Tjoanda ke Pulau Morotai mendadak jadi perhatian setelah seorang siswa SMAN 1 Morotai berani mengadukan gurunya yang disebut jarang masuk kelas.

Awalnya, Sherly datang untuk agenda tatap muka bersama para siswa. Namun suasana berubah ketika seorang murid mengungkap adanya guru yang sering meninggalkan jam pelajaran kosong.

“Di sini juga masih banyak guru-guru yang jarang masuk ke kelas,” kata siswa tersebut.

Mendengar pengakuan itu, Sherly Tjoanda langsung merespons serius. Ia bahkan spontan mengeluarkan ponsel untuk mencatat nama guru yang disebutkan siswa.

“Ohhh, guru apa saja mari. Kamu bercurhat ke orang yang tepat,” ujar Sherly.

Siswa sempat terlihat ragu karena kepala sekolah juga berada di lokasi. Namun Gubernur Malut itu meminta mereka tetap jujur dan tidak takut menyampaikan kondisi sebenarnya.

“Nggak boleh dimarah ya anaknya, dia berkata jujur,” tegas Sherly kepada pihak sekolah.

Baca selengkapnya: Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat

2. Sherly Tjoanda Sampai Tertawa Saat Pejabat KemenPU Minta ‘Doa’ demi Proyek Sekolah Rakyat

Sherly Tjoanda Gubernur Malut
Sumber :
  • YouTube

Momen lain yang ikut viral terjadi ketika Sherly Tjoanda meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Rioribati di Halmahera Barat.

Dalam kunjungan itu, Sherly berdialog langsung dengan Pejabat Pembuat Komitmen Direktorat Jenderal Prasarana Strategis KemenPU, Peter Paul John Nanlohy.

Sherly awalnya menanyakan progres pembangunan dan kesiapan pengerjaan interior sekolah. Namun suasana mendadak cair saat Peter mengaku membutuhkan “doa” dari Gubernur Malut agar proyek selesai tepat waktu pada 20 Juni 2026.

“Maka itu Ibu butuh doa, butuh doa dari Ibu,” ujar Peter.

Ucapan tersebut langsung membuat Sherly Tjoanda tertawa karena target penyelesaian proyek dinilai cukup mepet.

“Doa?” balas Sherly sambil tertawa.

Peter lalu menjelaskan bahwa seluruh proyek Sekolah Rakyat di Indonesia memang ditargetkan selesai serentak pada 20 Juni 2026 sehingga pengerjaan dilakukan hingga tiga shift.

Baca selengkapnya: Gubernur Sherly Tjoanda sampai Tak Kuasa Menahan Tawa saat Dengar Permintaan Pejabat KemenPU di Proyek Sekolah Rakyat

3. Setelah Curhat ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Tetap Lantik Perangkat Desa

Kades Hoho dan Dedi Mulyadi
Sumber :
  • tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71

Sementara itu, polemik seleksi perangkat desa di Purwasaba, Banjarnegara juga kembali ramai setelah Kepala Desa Purwasaba, Hoho Alkaf alias Kades Hoho, menegaskan tetap akan melantik perangkat desa meski konflik belum selesai.

Sebelumnya, Kades Hoho sempat mengaku tertekan saat berbincang dengan Dedi Mulyadi di Lembur Pakuan.

Kala itu, ia mengungkap tekanan datang dari berbagai pihak terkait proses seleksi perangkat desa yang dipersoalkan.

Namun kini, Kades Hoho tampil lebih tegas. Ia bahkan mengaku siap menghadapi konsekuensi hukum apabila keputusannya nanti digugat ke PTUN.

“Kalau final nanti dari PTUN dinyatakan saya bersalah, ya itu jadi konsekuensi saya,” tegas Kades Hoho.

Ia juga meminta hasil pemeriksaan inspektorat dibuka secara transparan agar dirinya bisa memberikan sanggahan secara terbuka.

Baca selengkapnya: Setelah Mengaku Tertekan ke Dedi Mulyadi, Kades Hoho Kini Tegas Sebut Tetap Lantik Perangkat Desa

(asl)

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral