Siswa SMA Ngadu ke Gubernur Malut karena Gurunya Jarang Masuk Kelas, Sherly Tjoanda: Kamu Curhat ke Orang yang Tepat
- Youtube Gub Sherly
“Kalau di kelas 11 sih jarang ibu, yang paling banyak itu di kelas 10,” beber murid itu.
Setelah sempat ragu, siswa-siswi SMAN 1 Morotai itu kemudian menyebut satu persatu nama guru yang diketahui jarang datang untuk memberikan pengajaran.
“Berapa? Guru apa?,“ tanya Gubernur lulusan kampus di Surabaya tersebut.
“Kalau di kelas 10 itu ada beberapa pelajaran mungkin, kadang (guru) informatika. Informatika paling jarang masuk (kelas),” ungkap siswa.
“Siapa nama gurunya?,“ tanyanya lagi.
“(Guru) informatika (namanya) pak jaya,“ paparnya.
“Hmm terus apa lagi kemarin?,“ lanjutnya.
“Kemarin sama Pak Ui, cuma karena Pak Ui ada kegiatan. Pak Ui bilang ada kegiatan jadi jarang masuk,” bebernya.
“Apa lagi?,“ kata Sherly menegaskan.
“Lain-lainnya jarang,” pungkasnya.
Sherly Tjoanda Pasang Badan untuk Siswa SMA Jika Dimarahi Sang Guru
- Ilustrasi AI ChatGPT - Instagram @malutprov
Tampak jelas bahwa ada kekhawatiran ketika siswa-siswi SMAN 1 Morotai disuruh Sherly Tjoanda menyebut satu per satu guru yang jarang mengajar.
Ini karena ada kepala sekolah SMAN 1 Morotai yang mendampingi Sherly Tjoanda. Gubernur Malut bahkan sempat marah karena sang kepsek juga buat kesalahan.
Melihat gelagat siswa-siswi tersebut, Sherly Tjoanda pun langsung pasang badan dan mengimbau kepala sekolah agar anak murid tadi tidak dimarahi.
“Nggak boleh dimarah ya anaknya, dia berkata jujur,“ ucap Ibu Gub.
“Kalau ada yang marah kamu DM saya. Dadahh,” pungkasnya.
(han)
Load more