news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu.
Sumber :
  • instagram

Sinopsis Film Dosa, Horor Berdarah yang Angkat Konflik Mertua dan Menantu

Tren film horor kini tidak lagi hanya mengandalkan jumpscare atau sosok menyeramkan, tetapi mulai mengeksplorasi sisi psikologis manusia. Konflik keluarga, rasa bersalah, trauma
Sabtu, 9 Mei 2026 - 22:59 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Genre horor masih menjadi salah satu kekuatan terbesar industri perfilman Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Menariknya, tren film horor kini tidak lagi hanya mengandalkan jumpscare atau sosok menyeramkan, tetapi mulai mengeksplorasi sisi psikologis manusia. 

Konflik keluarga, rasa bersalah, trauma, hingga penyesalan menjadi elemen yang semakin sering diangkat untuk menciptakan ketegangan yang lebih dekat dengan kehidupan penonton.

Fenomena ini terlihat dari banyaknya film horor lokal yang sukses memadukan unsur drama dan thriller psikologis. Penonton bukan hanya dibuat takut oleh penampakan, tetapi juga diajak memahami sisi emosional para karakter. 

Pendekatan seperti ini dinilai lebih efektif membangun suasana mencekam karena berangkat dari konflik yang terasa realistis dan familiar di masyarakat.

Melansir dari instagram, di tengah tren tersebut, film “Dosa: Penebusan atau Pengampunan” hadir membawa konsep horor psikologis dengan nuansa gelap dan penuh darah. Film produksi HAS Picture dan HAS Creative ini resmi merilis trailer pada 9 Mei 2026 dan langsung menarik perhatian karena menggabungkan drama keluarga dengan teror misterius di sebuah hotel tua.

Sinopsis Film Dosa: Berawal dari Konflik Mertua dan Menantu

Film Dosa: Penebusan atau Pengampunan disutradarai oleh Sondang Pratama dan diproduseri oleh Reza Aditya. Sejak trailer dibuka, penonton langsung diperlihatkan konflik rumah tangga yang terasa sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Cerita berfokus pada pasangan suami istri muda, Bima yang diperankan oleh Riza Irsyadillah dan Ersya yang dimainkan Ratu Sofya. Keduanya memutuskan pergi ke luar kota meski sang ibu, Nungki, telah melarang karena memiliki firasat buruk.

Konflik semakin memanas ketika Ersya nekat memberikan obat tidur kepada ibu mertuanya agar perjalanan mereka tetap berjalan. Adegan ini menjadi titik awal dari rangkaian tragedi yang kemudian terjadi.

Sutradara Sondang Pratama menyebut konflik antara mertua dan menantu sengaja dijadikan pembuka karena mudah dipahami secara emosional oleh penonton.

“Itu sebabnya trailer ini dibuka dengan drama yang sangat familiar di masyarakat, antara mertua dan menantu. Karena secara psikologis konflik itu mudah dipahami penonton,” ujarnya.

Berita Terkait

1
2 3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:02
02:11
01:30
05:41
02:16
05:19

Viral