- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Dapat Aduan dari Ibunya, Dedi Mulyadi Bikin Bocah SD di Tasikmalaya Nangis Gegara Malas Menulis: Jangan Ngambek
Ia mengaku dirinya sudah selalu memperintahkan anaknya menulis. Akan tetapi, upaya tersebut tampak gagal karena buah hatinya tak pernah memegang alat tulis.
KDM pun memberikan ancaman kepada bocah tersebut. Meski bocah kelas 1 SD itu tak mau menoleh, ia menginformasikan bahwa dirinya akan mendatangi rumahnya.
"Nanti, kalau enggak mau menulis, Pak Dedi datang ke rumah. Nanti saya datang ke rumah! Mau menulis enggak?," tanya KDM sambil mengancam bocah tersebut.
Mantan Bupati Purwakarta itu langsung bertanya alamat rumah bocah tersebut. Sang ibu mengungkapkan bahwa dirinya tinggal di Dusun Cikadu, Desa Cilangkap, Manonjaya, Tasikmalaya.
"Pulang, Pulang, Ibu," sebut bocah tersebut sambil menangis meronta-ronta kepada ibunya.
KDM coba menghampiri bocah tersebut. Bocah kelas 1 SD itu semakin ketakutan dan menghindari Gubernur Jabar.
Namun upaya tersebut ditahan oleh sang ibu. Dedi Mulyadi kembali mendesak agar bocah itu wajib rajib menulis.
"Mau menulis, tidak?," tegas Gubernur Jabar itu.
Desakan itu membuat bocah tersebut akhirnya menganggukkan kepala. Sementara, Dedi Mulyadi langsung memberikan sejumlah uang ratusan ribu rupiah kepada bocah kelas 1 SD itu.
Bukan tanpa alasan, KDM memberikan uang untuk keperluan alat tulis selama proses belajar. Ia menginginkan bocah tersebut segera menggunakan uang itu guna kebutuhan rajin menulis ke depannya.
"Nih saya kasih duit buat beli pulpen, beli buku, beli tasnya. Nih tambahan lagi, nih jangan ngambek lagi," ucapnya.
Bocah SD tersebut sempat berhenti menangis. Namun ia kembali membuang wajahnya seusai diberikan uang oleh KDM.
"Nanti dicek. Kalau tidak mau menulis juga harus membayar Rp2 juta. Pulangkan juga duit saya," kelakarnya.
Momen KDM Minta Bocah SD di Tasikmalaya Menulis
Selepas itu, KDM memperintahkan stafnya segera memberikan sebuah buku dan pensil. Di momen inilah, ia menginginkan bocah tersebut menulis di hadapannya.
Menariknya, bocah SD tersebut menerima permintaan KDM. Bocah itu langsung fokus menulis kata "Adit" dan "Hayang Dahar" dalam secarik kertas di sebuah buku.
KDM terkejut bocah SD itu bisa memenuhi permintaannya. Ia berharap bocah tersebut rajin belajar dan menulis ke depannya.