- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
KDM Murka Ada MCK di Sempadan Jalan Provinsi, Ingatkan Kakek Tua yang Tinggal di Rumah Kumuh: Ini Tanah PU!
Tasikmalaya, tvOnenews.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM) menemukan tempat untuk mandi, cuci, kakus (MCK) di pinggir jalan provinsi. Hal itu terjadi saat dirinya berkunjung ke Tasikmalaya pada beberapa hari lalu.
Momen KDM geram ada tempat MCK saat dirinya melihat sebuah rumah kumuh di sempadan jalan provinsi. Rumah tersebut didiami oleh seorang kakek tua.
KDM pun menyapa pria lanjut usia (lansia) tersebut. Ia ingin mengetahui identitas sosok yang mendiami rumah reyot di sempadan jalan provinsi.
"Aki, aki siapa namanya? Orang mana? Kenapa ada di sini?," tanya KDM dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube pribadinya, Minggu (10/5/2026).
Pria lansia itu mulanya kebingungan dihampiri oleh KDM. Selepas itu, ia pun tak ragu mengungkapkan dirinya bernama Maman, warga Cikalong, Tasikmalaya.
KDM Tegur Lansia yang Mendiami Rumah Kumuh di Sempadan Jalan Provinsi
- Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel
Kemudian, KDM coba bertanya anggota keluarga Maman yang lainnya. Pasalnya, ia melihat hanya sosok lansia tersebut yang berada di rumah kumuh di sempadan jalan provinsi.
"Aki tinggal sendirian di sini? Enggak punya rumah?," tanya Dedi Mulyadi lagi.
Maman mengaku dirinya hanya seorang diri mendiami rumah reyot tersebut. Di momen inilah, Dedi Mulyadi memberikan teguran keras kepada lansia itu.
Dedi Mulyadi menginformasikan kepada kakek tua itu. Ia menegaskan, rumah kumuh tersebut berada di tanah PU (Pekerjaan Umum) sebagai aset tanah atau lahan yang dimiliki oleh Kementerian PUPR.
"Oh tidak punya rumah. Ini aki berdiam di tanah PU," kata KDM sambil menegur kakek tua tersebut.
Lebih lanjut, mantan Bupati Purwakarta itu merasa heran kenapa Maman harus hidup sendirian. Ia tidak menginginkan ada warga Jabar yang sengsara.
"Ke mana istrinya? Atuh kalau nggak punya istri harus sengsara?," tanya KDM.
Lansia itu mengaku dirinya mempunyai rumah di Cikalong. Namun ia memilih tinggal di bangunan kumuh tersebut dengan alasan sudah nyaman.
KDM langsung terkejut mendengar pengakuan tersebut. Ia mengatakan, pemerintah akan merapikan bangunan liar di sempadan jalan.
"Jangan lah, nanti ini mau dibongkar, mau dibersihkan sebab ini tanah PU Provinsi, apalagi di sebelahnya itu pemandangannya bagus ada sawah. Nanti sama Satpol PP Provinsi bongkar seluruh bangunan yang di atas selokan," terangnya.
Momen Dedi Mulyadi Marah Temukan MCK di Bangunan Kumuh
Setelah itu, Dedi Mulyadi mengecek kondisi rumah yang kumuh tersebut. Mulai dari ruangan tempat masak, tempat tidur, serta tempat bersih-bersih.
KDM coba mengajak Maman mengantarkan dirinya ke bagian tempat bersih-bersih. Di momen ini, ia langsung mengamuk kepada Petugas PU di Tasikmalaya.
"Bayangkan lho di sisi jalan besar, ada tempat buang air besar di sini. Bayangkan gimana sih," kesal KDM.
KDM kemudian melihat kondisi kamar mandi yang begitu kumuh. Ia menemukan sebuah sumur untuk keperluan Maman bersih-bersih.
Ia terkejut air dalam sumur tersebut sangat jernih. Namun, ia masih terkejut terdapat ruang MCK di mana kotorannya langsung dibuang di selokan jalan yang alirannya mengarah ke tanah kosong.
"Berarti buah air besar di sisi jalan provinsi Jawa Barat," lanjutnya.
Setelah meninjau kamar mandi rumah reyot itu, ia juga mengecek kondisi selokan di bagian luarnya, tepatnya di pinggir jalan provinsi di Tasikmalaya.
Ia terkejut melihat ada sekatan semen di selokan tersebut. Artinya, hal ini membuat air tidak mengalir bahkan kering kerontang.
Dedi Mulyadi langsung memperintahkan pihak PU yang mendampinginya. Ia meminta agar pemerintah daerah setempat segera membereskan bangunan-bangunan kumuh di sempadan jalan provinsi.
(hap)