- tvOnenews.com Edit / Instagram @dedimulyadi71 @sman11tasikmalaya
Dedi Mulyadi Tak Ingin Siswa Terdampak, Pemprov Jabar Siap Tebus Lahan SMAN 11 Tasikmalaya yang Batal Dihibahkan
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali turun langsung menangani persoalan lahan SMAN 11 Tasikmalaya. Di tengah kabar batalnya hibah tanah untuk sekolah tersebut, Dedi Mulyadi bergerak cepat demi memastikan aktivitas belajar siswa tetap berjalan tanpa gangguan.
Kabar itu mencuat setelah Dedi Mulyadi mengunggah kunjungan lapangannya bersama tim Pemprov Jawa Barat ke SMAN 11 Tasikmalaya melalui akun Instagram pribadinya pada 10 Mei 2026.
Dalam video tersebut, Dedi terlihat meninjau langsung kondisi sekolah sekaligus menggali informasi terkait polemik status lahan yang belakangan membuat pihak sekolah khawatir.
SMAN 11 Tasikmalaya sendiri merupakan Unit Sekolah Baru (USB) yang berada di Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya. Sekolah ini dibangun sebagai upaya pemerataan akses pendidikan menengah di wilayah tersebut, terutama untuk mendukung sistem zonasi.
Sekolah itu baru diresmikan pada Januari 2026 oleh Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah. Bangunannya memiliki desain modern dengan lapisan batu alam dan interior yang nyaman. Fasilitasnya pun cukup lengkap, mulai dari ruang kelas hasil revitalisasi, sarana air bersih, hingga sanitasi yang memadai.
Pembangunan sekolah tersebut merupakan hasil aspirasi tokoh masyarakat setempat. Lahan bekas tambang seluas 7.000 meter persegi yang digunakan untuk membangun sekolah awalnya disebut berasal dari hibah seorang dermawan lokal.
Namun yang mengejutkan, hibah tanah itu belakangan dikabarkan batal. Situasi tersebut membuat pihak sekolah khawatir, terutama karena akses jalan utama sekolah juga ikut terdampak persoalan lahan.
Setibanya di lokasi, Dedi Mulyadi langsung berdialog dengan pihak sekolah mengenai status legalitas tanah sekolah tersebut.
“Ini dihibahkan enggak jalan?” tanya Dedi Mulyadi.
“Belum,” jawab kepala sekolah.
“Tadinya mau dihibahkan tapi sekarang tidak. Kemudian apa masalahnya sekarang setelah tidak jadi dihibahkan?” lanjut Dedi Mulyadi.
“Masalahnya setelah ini jadi, ini kan jalan akses yang jadi jalan utama tadinya, sekarang itu menurut laporan ketua panitia itu nggak jadi dihibahkan. Harus dibeli begitu ya?” jelas salah seorang tim Dedi Mulyadi.
“Betul,” jawab kepala sekolah.
Mendengar penjelasan tersebut, Dedi Mulyadi langsung mengambil langkah cepat agar siswa tidak terdampak persoalan tersebut.
“Yaudah dibeli aja,” ujar Dedi Mulyadi.
Ucapan itu langsung disambut rasa syukur dari pihak sekolah yang berada di lokasi. Mereka tampak lega setelah mendapat kepastian bahwa Pemprov Jawa Barat siap menebus lahan tersebut demi keberlangsungan aktivitas belajar mengajar.
Tak hanya membahas persoalan tanah, Dedi Mulyadi juga sempat menyoroti tampilan gapura sekolah. Ia meminta agar gerbang sekolah dirapikan mengikuti standar seperti Gedung Lembur Pakuan agar memiliki identitas khas Jawa Barat.
Langkah cepat Dedi Mulyadi itu pun menuai banyak perhatian dari warganet. Banyak yang memuji respons cepatnya karena dinilai lebih mengutamakan kepentingan siswa dibanding membiarkan polemik lahan berlarut-larut.
(anf)