- Youtube FHI Multimedia - Gemini Generated AI
Siasat Licik Kiai Ashari Demi Cabuli Puluhan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo
tvOnenews.com – Kasus dugaan pelecehan seksual yang mengguncang Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Sosok pengasuh ponpes Kiai Ashari yang sempat menjadi buron lintas provinsi kini telah diringkus pihak kepolisian.
Seiring berjalannya proses hukum, fakta-fakta mengejutkan mulai terungkap. Ayah dari salah satu korban, yang juga merupakan orang lama di lingkaran pesantren tersebut, membeberkan gelagat janggal Ashari yang sebenarnya sudah tercium sejak lama.
Saksi yang sudah membantu Ashari sejak merintis pondok pada 2015 ini mengaku mulai merasa ada yang tidak beres dengan kebiasaan sang kiai.
- Kolase tvOnenews.com / Youtube FHI Multimedia / X @neVerAl0nely___
Salah satu yang paling menonjol adalah kegemaran Ashari mengajak santriwati pergi keluar pada malam hari dengan alasan ziarah atau shalawatan.
"Gerak-gerik Pak Kiai menurut saya kurang pas. Yang diajak pergi malam kebanyakan santriwati atau wanita yang sudah berkeluarga," ungkapnya dalam tayangan YouTube Denny Sumargo.
Kecurigaan saksi semakin menguat ketika Ashari kerap meminta dipijat di dalam kamar. Namun, yang diperintahkan selalu santriwati, padahal di lingkungan pesantren terdapat banyak santri laki-laki.
“Kenapa yang disuruh memijat selalu santriwati, padahal di situ juga banyak anak santri laki-laki,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa Ashari sering berganti-ganti santriwati dengan dalih pijatan sebelumnya tidak enak, yang diduga kuat hanya menjadi pintu masuk untuk melancarkan aksi bejatnya.
Berdasarkan penyelidikan sementara, polisi mengungkap bahwa Ashari diduga menggunakan modus doktrin agama yang sangat kental.
- YouTube Curhat Bang Denny Sumargo
Para korban diminta untuk selalu patuh kepada guru agar mendapatkan keberkahan, yang kemudian disalahgunakan tersangka untuk mengajak mereka ke dalam kamar. Dugaan sementara menyebutkan jumlah korban mencapai puluhan santriwati.
Ashari sendiri sempat ditetapkan sebagai tersangka pada 28 April 2026. Alih-alih kooperatif, ia justru melarikan diri dan berpindah-pindah tempat persembunyian mulai dari Kudus, Solo, Bogor, hingga Jakarta.
Pelarian "sang kiai" akhirnya berakhir tragis pada Kamis (7/5/2026). Tim gabungan Polda Jawa Tengah dan Polresta Pati berhasil menciduknya di kawasan Petilasan Eyang Gunungsari, Wonogiri.
Saat ditangkap, ia bahkan sempat mencoba kabur menggunakan motor pinjaman milik juru kunci makam.
Polisi juga mengamankan seorang pria berinisial KS di Bekasi yang diduga berperan membantu pelarian tersangka.