Di Depan Denny Sumargo, Korban Kiai Ashari Blak-blakan Jumlah Korban Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo
- YouTube Curhat Bang Denny Sumargo
tvOnenews.com – Kasus dugaan kekerasan seksual yang melibatkan Kiai Ashari alias AS (51) di Kabupaten Pati kian menyita perhatian publik. Tabir gelap di lingkungan Pondok Pesantren Ndholo Kusumo perlahan tersingkap setelah sejumlah korban mulai berani angkat bicara.
Pengungkapan kasus ini mencuat melalui podcast Curhat Bang milik Denny Sumargo. Dalam tayangan tersebut, kuasa hukum korban Ali Yusron menegaskan bahwa skala kasus ini sangat besar dan melibatkan korban dari berbagai daerah di Indonesia.
"Perlu ditanyakan juga, korban itu banyak dari Jakarta, Kalimantan, ini bisa ditanyakan langsung," tegas Ali Yusron mengungkap sebaran domisili para korban.
- Youtube FHI Multimedia - Gemini Generated AI
Salah satu korban yang hadir dengan nama samaran Tari membagikan pengalaman traumatisnya.
Tari mengungkapkan bahwa di internal pesantren, para santriwati sebenarnya sering saling berbagi cerita mengenai perlakuan bejat sang kiai.
"Yang saya tahu kan temen deket saya, selama di sana kan saling curhat, saling komunikasi, sama-sama korban gitu. Setahu saya teman saya saja, tapi kalau korban lainnya itu kalau mau speak up semua itu banyak," tutur Tari.
Bahkan, saat Denny Sumargo menanyakan kebenaran jumlah korban yang mencapai angka 50 orang, Tari membenarkannya tanpa ragu.
"Kalau mau speak up semua ya, ada (50 korban)," ujarnya yang diamini oleh data dari kuasa hukum.
- X @neVerAl0nely___
Tari mengaku dirinya sendiri mengalami dugaan pelecehan hingga sekitar 10 kali.
Rasa tidak berdaya menghimpitnya karena sang ayah juga merupakan santri sekaligus pengurus di pesantren tersebut yang sangat menaruh kepercayaan pada Kiai Ashari.
Upaya Tari untuk mencari pertolongan pun sempat berbuah pahit. Saat ia mengadu kepada kakaknya yang juga mondok di tempat yang sama, informasi tersebut justru bocor dan sampai ke telinga sang kiai.
Alih-alih mendapat perlindungan, Tari dan kakaknya justru dipanggil dan diintimidasi.
"Kok cerita gitu, wong itu disuruh guru thoriqoh, 'Nanti jalur keilmuannya diputus dari sana.' Saat itu juga, aku nggak bilang ke siapa-siapa lagi," kenang Tari dengan nada getir.
Load more