- tvOnenews.com Edit / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Dedi Mulyadi Syok Dengar Curhatan Ibu yang Ingin Kabur dari Suami, Langsung Beri Wejangan dan Popok 2 Bulan
tvOnenews.com - Di tengah kesibukan Dedi Mulyadi sebagai Gubernur Jawa Barat, tersimpan sebuah kisah lama yang hingga kini masih membekas di ingatan banyak orang. Momen itu terjadi saat Dedi bertemu dengan seorang ibu muda yang tiba-tiba menangis sambil mengaku ingin meninggalkan suaminya, membuat suasana percakapan berubah menjadi penuh haru.
Momen tersebut terjadi sekitar dua tahun lalu saat Dedi Mulyadi bertemu dengan seorang ibu asal Pekanbaru yang sedang menggendong bayi kecilnya. Sosok yang dikenal sebagai “gubernur pinggiran” itu memang sejak lama lebih sering turun langsung ke lapangan untuk menyapa warga dibanding duduk di balik meja kantor.
Selama ini, dedi mulyadi dikenal aktif membantu masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Mulai dari memberikan bantuan tunai, sembako, hingga membantu warga yang kesulitan membeli kebutuhan dasar seperti kain kafan maupun seragam sekolah anak.
Dalam pertemuan itu, Dedi melihat seorang ibu yang terus menangis sambil menggendong bayi. Belakangan diketahui bayi tersebut adalah anak keempatnya, sementara sang suami berasal dari Purwakarta.
Tangisan ibu bernama Eka itu rupanya bukan tanpa alasan. Ia mengaku sangat mengidolakan Dedi Mulyadi hingga tak kuasa menahan haru saat akhirnya bisa bertemu langsung.
Melihat kondisi bayi yang digendong, Dedi kemudian meminta izin untuk menggendongnya. Dari obrolan singkat tersebut, Dedi mengetahui bahwa bayi itu sejak lahir secara sesar tidak mendapatkan ASI dan harus mengonsumsi susu formula.
Dedi pun langsung memberikan bantuan uang tunai.
“Ini bu untuk membeli susu,” ucap Dedi Mulyadi.
Tak hanya itu, ia juga sempat menjelaskan tradisi masyarakat Sunda saat bertemu bayi.
“Orang Sunda tuh punya tradisi kalau ke bayi itu ngasih uang atau ngasih ayam, tradisi orang Sunda,” jelas Dedi Mulyadi.
Setelah itu, Dedi mengajak Eka berfoto bersama keluarganya. Usai berfoto, ia mencoba menenangkan ibu tersebut yang terus menangis.
“Iya ibu yang sehat, sudah ketemu, jangan sedih lagi ya. Biar anaknya sehat, ibu jadi orang hebat. Rezekinya banyak, suaminya makin sayang sama ibu,” kata Dedi.
Karena cuaca saat itu cukup panas, Dedi sempat meminta keluarga tersebut menunda perjalanan pulang hingga sore hari. Bahkan, ia menyarankan agar ibu dan bayinya diantar menggunakan mobil miliknya demi kenyamanan selama perjalanan.
Namun suasana berubah ketika Dedi mulai berbincang lebih jauh dengan Eka. Dari percakapan itu, diketahui Eka ternyata berasal dari Pekanbaru dan ingin pulang ke kampung halamannya.
“Ibu pulang ke Pekanbaru?” tanya Dedi.
Eka hanya mengangguk sambil menangis.
“Pengennya. Masalahnya apa enggak bisa pulang ke Pekanbaru?” tanya Dedi lagi.
“Nunggu kabar dari anak,” jawab Eka lirih.
“Maksudnya nunggu kabar dari anak gimana? Urusan tiket?” tanya Dedi Mulyadi.
“Nunggu anak gajian,” jawab Eka.
Dedi pun kembali memastikan keinginan ibu tersebut.
“Tapi sebetulnya ibu sebenarnya sudah pengen pulang?” tanya Dedi.
Eka terus mengangguk sambil menyeka air matanya.
“Kalau ibu pulang suaminya ikut lagi?” tanya Dedi.
“Enggak dibawa,” jawab Eka.
“Kenapa enggak dibawa?” lanjut Dedi.
Namun Eka hanya menggeleng tanpa banyak bicara. Hingga akhirnya, pengakuan mengejutkan itu keluar dari mulutnya.
“Saya mau kabur,” ujar Eka.
Mendengar hal itu, Dedi Mulyadi tampak kebingungan dan langsung mencoba menggali alasan di balik keinginan Eka meninggalkan suaminya. Ternyata, Eka mengaku sudah tidak betah menjalani kehidupannya saat ini.
“Ya kalau enggak betah kan saya mau belikan tiket saya bilang,” ucap Dedi.
Namun setelah mendengarkan seluruh curahan hati ibu tersebut, Dedi justru memberikan wejangan agar Eka tidak gegabah mengambil keputusan.
“Ibu jangan mikir kabur-kabur lagi, sayang sama suami kan, suaminya baik kan, ya udah ngapain lagi ya,” ujar Dedi Mulyadi.
“Kalau urusan hidup susah, banyak orang yang lebih susah dari kita. Orang nasibnya lebih tragis, suami galak suka mukulin, sama perempuan lain. Suami ibu enggak kan? Yaudah ibunya yang sabar,” lanjutnya.
Tak berhenti memberi nasihat, Dedi juga memastikan kebutuhan bayi tersebut terpenuhi. Ia bahkan berjanji menyiapkan susu dan popok untuk dua bulan ke depan.
“Tinggal di sini apa adanya, karena ini ada anak kecil yang harus dilindungi, nanti saya urusin, kan ibu enggak perlu mikirin lagi susu sekarang, saya siapin susunya untuk dua bulan,” kata Dedi.
“Ibu enggak usah pusing lagi, karena ini anak Indonesia harus dilindungi,” tambahnya.
Di akhir pertemuan, Dedi kembali mengingatkan Eka agar tetap kuat menjalani hidup demi anak-anaknya.
“Intinya jangan sedih lagi. Saya titip pesan sama ibu ya. Sayangi anak ibu dengan cara ibunya berpikir enggak boleh pergi lagi. Yang penting dapat makan dulu, dengan ibu sabar, ibu menerima, ibu doa, maka hidup ibu akan tenang. Toh rezeki ada saja kan, sekarang dapat rezeki dari saya,” tutup Dedi Mulyadi.
(anf)