news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalimantan Barat.
Sumber :
  • Kolase YouTube/MPRGOID - Instagram/shindy_mcwedding

Akui Salah dan Minta Maaf, MC Lomba Cerdas Cermat MPR Ungkap Kesedihannya: Banyak yang Merayakan Jatuhnya Aku

Akui salah dan minta maaf, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI Provinsi Kalimantan Barat ungkap kesedihan serta kejadian yang dialaminya usai viral.
Rabu, 13 Mei 2026 - 03:21 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat menjadi sorotan publik setelah terjadi polemik penilaian pada babak final.

Peristiwa itu ramai diperbincangkan di media sosial usai beredar potongan video yang memperlihatkan adanya perbedaan penilaian terhadap jawaban peserta.

Dalam tayangan yang viral, regu C dari SMAN 1 Pontianak terlihat lebih dulu menekan bel dan memberikan jawaban pada sesi rebutan. 

Namun dewan juri, Dyastasita Widya Budi yang juga Kepala Biro Pengkajian Setjen MPR RI, menyatakan jawaban tersebut salah dan memberikan nilai minus lima.

Tak lama kemudian, regu B memberikan jawaban yang dinilai serupa, tetapi justru mendapat nilai plus sepuluh dari juri.

Jawaban Siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra disalahkan oleh dewan juri dalam ajang Nasional Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID

Keputusan tersebut langsung diprotes oleh peserta dari regu C karena merasa jawaban mereka sama. Namun protes itu tidak mengubah keputusan dewan juri.

Dalam momen tersebut, salah satu dewan juri lain, Indri Wahyuni selaku Kepala Bagian Sekretariat Badan Sosialisasi MPR, meminta peserta untuk memperjelas artikulasi saat menjawab pertanyaan.

Sementara itu, ucapan pembawa acara atau MC bernama Shindy Lutfiana juga ikut menjadi perhatian publik. 

Saat mencoba menenangkan situasi, Shindy mengatakan agar peserta menerima keputusan juri dan menyebut, “Mungkin hanya perasaan adik-adik saja.”

Pernyataan itu kemudian menuai kritik dari banyak warganet. 

Tidak sedikit yang menilai ucapan tersebut kurang tepat di tengah situasi yang sedang diprotes peserta.

MC Lomba Cerdas Cermat MPR RI sampaikan permohonan maaf
Sumber :
  • Kolase tvOnenews.com/ Tangkapan Layar YouTube MPRGOID/ Instagram @shindy_mcwedding

Nama Shindy pun ramai dibahas di media sosial. Ia mengaku menerima banyak hujatan di akun media sosialnya.

Setelah viral, Shindy Lutfiana akhirnya menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf secara tertulis melalui media sosial pribadinya.

Dalam pernyataan tersebut, ia mengakui kesalahannya dan menyesali ucapan yang disampaikan saat memandu acara.

“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy.

Ia juga mengaku menyadari bahwa ucapannya telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan, khususnya bagi peserta lomba, guru pendamping, serta masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti acara tersebut.

Shindy mengatakan kejadian ini menjadi pelajaran penting agar dirinya lebih berhati-hati dalam memilih kata ketika berada di ruang publik.

Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR Kalimantan Barat
Sumber :
  • Kolase YouTube/MPRGOID - Instagram/shindy_mcwedding

Tak hanya meminta maaf, Shindy juga mengungkap kondisi yang dialaminya setelah videonya viral di media sosial.

Ia mengaku menerima ribuan komentar bernada hujatan hingga seruan boikot terhadap dirinya sebagai MC.

“Dan sampai akhirnya memang benar-benar semua harapan dan tuntutan netizen terwujud, aku hilang pekerjaan,” tulisnya dalam Instagram Story.

Meski begitu, Shindy mengaku berusaha menerima semua konsekuensi tersebut dengan sabar karena merasa itu adalah risiko atas kesalahannya.

Namun ia juga mengungkap rasa sedihnya karena merasa ada sebagian rekan sesama profesi yang justru memanfaatkan situasi yang sedang dialaminya.

“Tidak ada yang lebih menyakitkan dalam kejadian ini ketika aku melihat dari teman-teman sejawat seprofesiku memanfaatkan momen ‘jatuhnya aku sekarang’ untuk menghakimiku bahkan merayakannya,” lanjutnya.

Di akhir pernyataannya, Shindy mengaku tetap berusaha berpikir positif dan percaya bahwa kejadian tersebut memiliki hikmah untuk dirinya ke depan.

Ia berharap pengalaman itu dapat menjadi pelajaran berharga agar dirinya bisa menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bijaksana dalam menjalankan pekerjaannya. (gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

05:10
01:22
05:11
01:38
03:33
22:38

Viral