- YouTube/MPRGOID
Usai Dihujat Warganet, Shindy Lutfiana MC Lomba Cerdas Cermat MPR di Kalbar Buka Suara, Tak Mengelak dari Kesalahan
tvOnenews.com - Nama Shindy Lutfiana mendadak menjadi sorotan publik usai video Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Dalam video yang ramai diperbincangkan, Shindy yang bertugas sebagai pembawa acara atau MC dianggap melontarkan pernyataan yang menyinggung peserta lomba dan publik.
Peristiwa itu bermula saat terjadi polemik penilaian dalam babak final lomba.
Salah satu regu peserta sempat memprotes keputusan dewan juri karena merasa jawaban mereka dinilai berbeda meski dianggap serupa dengan jawaban regu lain.
Di tengah situasi tersebut, Shindy mencoba menenangkan suasana dengan meminta peserta menerima keputusan juri.
- YouTube/MPRGOID
Namun ucapannya yang menyebut, “Mungkin hanya perasaan adik-adik saja,” justru menuai kritik dari warganet.
Banyak pengguna media sosial menilai pernyataan tersebut kurang tepat dan dianggap tidak menunjukkan empati terhadap peserta yang sedang menyampaikan protes.
Sejak video itu viral, akun media sosial Shindy dipenuhi komentar negatif hingga ia sempat menutup kolom komentar.
Setelah ramai menjadi perbincangan, Shindy Lutfiana akhirnya buka suara melalui unggahan tertulis di media sosial pribadinya.
Dalam klarifikasinya, Shindy tidak menghindari kesalahan.
Ia secara terbuka menyampaikan permohonan maaf atas ucapannya saat memandu acara Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 Kalimantan Barat pada 9 Mei 2026 lalu.
“Dengan segala kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya atas semua ucapan saya, terutama yaitu: ‘mungkin itu hanya perasaan adik-adik saja,’ yang seharusnya tidak patut saya sampaikan dalam kapasitas saya sebagai MC pada kegiatan tersebut,” tulis Shindy, dikutip dari Instagram @shindy_mcwedding.
- Kolase YouTube/MPRGOID - Instagram/shindy_mcwedding
Ia mengaku menyadari bahwa kalimat tersebut telah menimbulkan kekecewaan dan ketidaknyamanan bagi banyak pihak, terutama peserta lomba, guru pendamping dari SMAN 1 Pontianak, hingga masyarakat Kalimantan Barat yang mengikuti jalannya acara.
Shindy juga menyampaikan penyesalannya dan berharap permintaan maaf tersebut dapat diterima.