- tvOnenews.com Edit / Instagram Dedi Mulyadi
Kekhawatiran Besar Dedi Mulyadi soal Masa Depan Petani Indonesia: Nanti Tak Ada Lagi yang Mau Turun ke Sawah
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali mencuri perhatian publik usai menyampaikan keresahan mendalam soal masa depan petani Indonesia. Dalam unggahan terbarunya, Dedi secara blak-blakan mengaku khawatir suatu hari nanti tak ada lagi generasi muda yang mau turun ke sawah.
Pernyataan itu langsung ramai dibahas warganet karena menyentuh persoalan besar yang selama ini jarang disorot, yakni krisis regenerasi petani di Indonesia. Dedi bahkan menyinggung kondisi para petani saat ini yang mayoritas sudah berusia lanjut.
Melalui unggahan Instagram pada 13 Mei 2026, Dedi Mulyadi membagikan video aktivitas para petani di sawah. Dalam unggahan tersebut, ia menuliskan pesan singkat:
“Swasembada pangan dan regenerasi petani Indonesia,” tulis Dedi Mulyadi.
Video itu memperlihatkan para petani yang masih bekerja di tengah lumpur sawah dan panas matahari.
Dalam narasinya, Dedi menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia saat ini masih bisa menikmati nasi setiap hari berkat kerja keras generasi petani yang sudah tidak muda lagi.
“Kita hari ini masih bisa menikmati nasi yang tersedia di atas piring karena orang tua kita yang usianya rata-rata di atas 50 tahun masih mau turun ke sawah,” ujar Dedi Mulyadi.
Ia kemudian menggambarkan beratnya pekerjaan petani yang selama ini dijalani masyarakat desa.
“Untuk menjadi kuli babut, kuli tandur, kuli derep, kuli nyangkul, kuli ngagaruk, kuli babat,” lanjutnya.
Menurut Dedi, persoalan terbesar yang mengancam Indonesia saat ini bukan hanya soal produksi pangan, tetapi juga hilangnya generasi penerus petani dalam beberapa dekade mendatang.
Ia mengaku khawatir 20 tahun ke depan para petani yang sekarang masih aktif sudah tidak lagi memiliki tenaga untuk bekerja di sawah, sementara generasi muda enggan melanjutkan profesi tersebut.
“Mungkin 20 tahun ke depan usia mereka sudah sangat tua yang memungkinkan lagi mereka turun ke sawah, dan generasi berikutnya tak ada lagi yang mau turun ke sawah,” kata Dedi Mulyadi.
Dedi juga menyinggung alasan mengapa banyak anak muda kini enggan menjadi petani.
Menurutnya, pekerjaan di sawah dianggap terlalu berat karena harus bergelut dengan lumpur dan panas matahari.