- Kolase
Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir, Hasil Panen dan Ikan Berlimpah tapi Harganya Masih Mahal, Ternyata Ini Biang Keroknya
tvOnenews.com - Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda, menyoroti kondisi perekonomian di daerahnya.
Menurut Sherly Tjoanda, sebenarnya hasil panen dan tangkapan nelayan ada, tetapi ketika masuk ke pasar harganya malah menjadi mahal.
Seharusnya, dengan berlimpahnya hasil panen dan tangkapan ikan maka harganya bisa menurun.
Tetapi justru keadaan di pasar berkata sebaliknya.
Mahalnya harga tersebut secara tidak langsung berdampak juga pada kemiskinan di Maluku Utara.
Sherly Tjoanda menjelaskan bahwa satu-satunya cara untuk menekan angka kemiskinan adalah dengan memperbaiki konektivitas di Malut.
"Bisa keluar dari kemiskinan adalah dengan konektivitas," ujar Sherly Tjoanda, seperti dilansir tvOnenews.com dari akun Instagram pribadi Gubernur Malut.
Menurut data yang didapat Sherly Tjoanda, saat ini 30 persen jalan provinsi mengalami kerusakan berat.
"Berdasarkan data yang ada, total jalan provinsi dan luas 10 kabupaten/kota adalah 6.300 km, dan saat ini yang rusak berat adalah 1.900 km atau sekitar 30 persen," kata Sherly Tjoanda.
Sherly Tjoanda juga menegaskan bahwa masyarakat sebenarnya tidak kekurangan hasil, tetapi masalahnya ada pada kurangnya akses jalan dan jembatan.
"Mereka tidak kekurangan hasil. Mereka hanya kekurangan akses," tulis Sherly Tjoanda.
"Hasil panen ada. Ikan ada. Tapi tanpa jalan yang layak, tanpa konektivitas yang kuat -hasil itu tertahan di desa, harga jatuh di petani - Nelayan, mahal di pasar," lanjutnya.
Oleh karena itu, Gubernur Sherly Tjoanda menekankan pentingnya pembangunan jalan dan jembatan untuk mendukung konektivitas antardaerah.
"Karena sederhana: tanpa konektivitas, tidak ada pemerataan ekonomi," tulis Sherly Tjoanda.
Untuk itu, Sherly Tjoanda menegaskan komitmennya dalam memaksimalkan pemanfaatan APBD untuk pembangunan akses antar daerah.
(far)