news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Josepha Alexandra Siswi SMAN 1 Pontianak dalam Final LCC MPR Kalbar.
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Reaksi Warganet atas Sikap Tegas SMAN 1 Pontianak Tolak Lomba Ulang Final LCC MPR: Respek untuk Poin 5 dan 6

SMAN 1 Pontianak resmi tolak lomba ulang final LCC Empat Pilar MPR Kalbar 2026. Warganet beri pujian, terutama untuk pernyataan poin 5 dan 6.
Jumat, 15 Mei 2026 - 01:17 WIB
Reporter:
Editor :

tvOnenews.com - Setelah berhari-hari menjadi sorotan publik, SMAN 1 Pontianak akhirnya angkat bicara secara resmi. 

Sekolah tersebut mengeluarkan pernyataan sikap resmi merespons keputusan MPR RI yang berencana menggelar ulang babak final Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat 2026.

SMAN 1 Pontianak Menolak Ikut Lomba Ulang

Dalam pernyataan resmi yang ditandatangani Kepala SMAN 1 Pontianak, Indang Maryati, S.Sos., M.Si., sekolah menegaskan delapan poin sikap yang mencerminkan kedewasaan dan kebesaran hati di tengah polemik yang telah viral secara nasional.

Poin yang paling menyita perhatian publik adalah poin kelima dan keenam. 

Tangkapan layar - Final Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar MPR RI 2026 tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Pontianak, Sabtu (9/5).
Sumber :
  • YouTube/MPRGOID

Pada poin kelima, SMAN 1 Pontianak menyatakan menghormati hasil lomba yang telah ditetapkan dan memberikan dukungan penuh kepada SMAN 1 Sambas sebagai wakil Kalimantan Barat di ajang nasional. 

Kemudian pada poin keenam, sekolah secara tegas menyatakan tidak akan ikut serta dalam lomba ulang yang diumumkan MPR RI.

Sekolah juga menegaskan bahwa langkah yang mereka tempuh sejak awal semata-mata untuk memperoleh klarifikasi atas penilaian yang dinilai janggal — bukan untuk menjatuhkan lembaga, penyelenggara, maupun individu tertentu. 

SMAN 1 Pontianak juga menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi, seraya menutup pernyataannya dengan kalimat yang optimistis: "Sampai Jumpa di LCC 4 Pilar 2027."

Warganet Banjiri Kolom Komentar

Pernyataan sikap itu langsung disambut hangat oleh warganet di berbagai platform media sosial. 

Banyak yang mengaku terkesan dengan kematangan sikap yang ditunjukkan pihak sekolah di tengah situasi yang sarat tekanan.

"Poin 5 & 6 kereeen! Apabila diulang, hanya akan memperkeruh keadaan. Sejatinya SMAN 1 Pontianak dan Sambas adalah korban. Dan pelakunya yang harusnya dapat sanksi sosial," tulis salah satu warganet.

Warganet lain turut memberikan pujian, "SMAN 1 Pontianak, sekali lagi kalian membuktikan bahwa kalian memang yang terbaik."

Tak sedikit pula yang menyoroti pertimbangan psikologis di balik keputusan tersebut. 

"Respect untuk poin 6 dan 5, mental anak-anak harus dijaga dan dilindungi. Keren pihak sekolah SMAN 1 Pontianak berjiwa besar dan kritis melihat situasi ke depannya," ujar warganet lainnya.

Sikap SMAN 1 Pontianak ini juga membawa perspektif baru dalam cara publik membaca kasus ini. 

Banyak warganet yang menyadari bahwa SMAN 1 Sambas yang berada di posisi pemenang sesungguhnya juga berada dalam posisi serba sulit akibat kecerobohan dewan juri.

Dengan menolak lomba ulang sekaligus mendukung penuh keikutsertaan SMAN 1 Sambas di tingkat nasional, SMAN 1 Pontianak dinilai telah memilih jalan yang lebih bermartabat, yakni memperjuangkan kebenaran tanpa mengorbankan sesama. 

(gwn)

 

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral