news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Warga asal Surabaya, WS menjadi korban kasus love scamming oleh warga Kabupaten Cirebon keturunan Kamerun & Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Sumber :
  • Kolase tvOneNews & Tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel

Reaksi Dedi Mulyadi usai Ibu Asal Surabaya Ngadu Jadi Korban Love Scamming Rp2,1 Miliar Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM) merespon ibu asal Surabaya, WS (40) yang curhat menjadi korban kasus penipuan dan perampokan warga Cirebon keturunan Kamerun.
Jumat, 15 Mei 2026 - 01:32 WIB
Reporter:
Editor :

"Semoga DPO-nya segera ditemukan dan kasus ini segera selesai," ucapnya.

Dedi Mulyadi menyampaikan permohonan maafnya. Ia harus mengakui Pemprov Jabar lambat merespons kasus dialami ibu-ibu asal Surabaya tersebut.

"Mohon maaf apabila ada keterlambatan dari kami. Kami sifatnya memfasilitasi agar seluruh hal bisa terselesaikan dengan baik. Salam hormat buat ibu dan keluarga," katanya.

Kronologi Ibu Asal Surabaya Jadi Korban Kasus Love Scamming Warga Cirebon Keturunan Kamerun

Ibu asal Surabaya, WS menceritakan kronologi menjadi korban kasus love scamming Rp2,1 miliar oleh warga Cirebon keturunan Kamerun, Heric Simphorien Mbouya
Sumber :
  • tvOneNews

Sebelumnya, WS muncul ke ruang publik. Wiwie sapaan akrabnya mengungkap kejahatan dialami olehnya lewat konferensi pers di Cirebon pada 8 Desember 2025.

Dalam kesempatan itu, WS menyampaikan surat terbuka yang berisi tiga halaman. Ia meminta suaranya didengar oleh Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi.

WS membacakan isi permohonan dalam surat tersebut. Ia berharap adanya bantuan dari Pemprov Jabar mengusut kasus penipuan yang terjadi sejak 2024.

Pasalnya, kasus penipuan tersebut menguras tabungannya sebesar Rp2,1 miliar. WS menyampaikan bahwa pelaku kasus ini diduga kuat oleh pria keturunan Kamerun bernama Heric Simphorien Mbouya yang berdomisili di Kabupaten Cirebon.

WS berpendapat pelaku memakai identitas palsu menggunakan nama William Lebaux. Pelaku juga mengungkapkan bahwa dirinya berstatus sebagai pegawai dari lembaga internasional UNICEF dan merupakan warga negara Prancis.

"Saya merasa seperti dihipnotis. Banyak hal yang sebenarnya tidak masuk akal, tetapi tetap saya lakukan," kata WS dalam konferensi pers di Cirebon.

Ia menjelaskan, pelaku menggunakan pendekatan emosional. Ia terus diyakini agar memberikan uang dengan jumlah besar dalam kurun waktu empat bulan.

"Dalam waktu 4 bulan berkenalan, dia bisa merampok saya sebesar Rp2,1 miliar itu butuh waktu 4 bulan. Singkat cerita, saya menjadi dekat, saya juga tidak tahu titik mana dan bagaimana tapi memang ke dia itu saya bawaannya kasian," terangnya.

Ia menjelaskan kronologi awal kasus ini terjadi saat dirinya menginap di sebuah hotel menara di Jakarta pada 11 September 2024. Di momen itu, ada seseorang yang menghampirinya.

WS mengatakan pelaku sempat ingin balik ke Prancis. Pelaku pun memaksa untuk meminta nomor ponsel miliknya dengan tujuan ingin mempunyai teman apabila kembali ke Indonesia.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

01:58
01:37
01:13
02:09
01:10
07:35

Viral