- tvOnenews.com - Angelia Nafriana
Awalnya Dianggap Calon Menantu Baik, Kakek 85 Tahun Berujung Disekap hingga Emas Batangannya Digondol
tvOnenews.com - Sosok yang awalnya dianggap baik dan perhatian oleh keluarga ternyata diduga menyimpan niat jahat yang mengerikan. Seorang kakek 85 tahun di Surabaya, Jawa Timur, diduga disekap selama satu tahun penuh hingga harta miliaran rupiahnya ludes digondol pelaku.
Yang bikin publik makin geleng kepala, salah satu terduga pelaku ternyata merupakan pacar anak korban sendiri. Kepercayaan yang diberikan keluarga justru diduga dimanfaatkan untuk menguras tabungan hingga membawa kabur emas batangan seberat 1 kilogram.
Kasus memilukan ini menimpa pria lansia berinisial KC. Korban diduga disekap oleh dua wanita berinisial LA dan DW di sebuah apartemen di Surabaya. Selama satu tahun, keluarga korban disebut percaya bahwa sang kakek sedang bepergian keliling Indonesia.
Belakangan terungkap, alasan itu hanyalah modus pelaku untuk menutupi aksi penyekapan. Polisi mulai bergerak setelah keluarga menerima foto dan pesan suara dari nomor tak dikenal yang meminta uang tebusan.
Hasil penyelidikan kemudian mengarah ke sebuah apartemen di kawasan Educity Surabaya. Dari situlah fakta mengejutkan mulai terbongkar.
Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, menjelaskan awal mula pelaku bisa masuk ke dalam lingkungan keluarga korban.
“Jadi kronologisnya adalah bahwa diawali dari pelaku kenal dengan anak korban berinisial AP, di mana perkenalan itu akhir 2023. Setelah perkenalan, pelaku dikenalkan kepada korban yaitu KC. Kemudian tinggallah bersama di rumah korban saudara KC kurang lebih selama enam bulan,” jelas AKBP Edy Herwiyanto dalam tayangan tvOneNews (15/5/2026).
Menurut polisi, selama tinggal bersama itulah pelaku mulai mengambil hati korban dan keluarganya. LA disebut menunjukkan sikap baik serta perhatian kepada korban maupun anak korban.
“Karena korban juga sudah lanjut usia dan percaya kepada pelaku LA. Karena pelaku LA ini secara sikap dan perilakunya sangat baik, sangat perhatian terhadap korban juga terhadap anak korban atas nama AP dan diyakini bahwa nantinya mereka akan menjadi suami istri. Atas dasar keyakinan tersebut, nomor PIN milik korban diinfokan kepada pelaku,” lanjut AKBP Edy Herwiyanto.
Tak lama setelah mendapatkan kepercayaan keluarga, pelaku diduga mulai menjalankan aksinya. Polisi menyebut sebelum mengajak korban pindah ke apartemen, pelaku sudah lebih dulu mengambil ATM dan buku tabungan milik korban.