news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Dedi Mulyadi, Gubernur Jawa Barat.
Sumber :
  • YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL

Diundang Jadi Keynote Speaker di Jayapura, Dedi Mulyadi Bela Orang Papua: Jangan Dibilang Malas 

Dedi Mulyadi diundang jadi keynote speaker di Jayapura dan membela masyarakat Papua dari stigma malas. Simak pernyataan lengkap Gubernur Jawa Barat berikut ini!
Senin, 18 Mei 2026 - 12:34 WIB
Reporter:
Editor :

“Kapan?” tanya Dedi Mulyadi.

“Tanggal 27 Mei. Berkenan untuk Kang Dedi menjadi keynote speaker untuk pembicara utama tunggal di pembukaan konferensi. Konferensi akan dibuka oleh Wakil Menteri HAM RI dan juga beberapa kementerian lembaga,” kata Laus Rumayom.

“Di mana tempatnya?” tanya Dedi Mulyadi lagi.

“Di Jayapura,” jawab Laus Rumayom.

Ia juga menjelaskan bahwa acara awalnya direncanakan berlangsung di Timika, namun dipindahkan ke Jayapura agar akses penerbangan lebih mudah.

Mendengar undangan tersebut, Dedi Mulyadi langsung merespons dengan gaya rendah hati khasnya.

“Saya bisa ngomong apa enggak ngerti apa-apa saya gubernur kampung,” ujar Dedi Mulyadi sambil tersenyum.

Namun, salah satu akademisi meyakini pengalaman Dedi Mulyadi dalam mengelola Jawa Barat bisa menjadi inspirasi besar bagi Papua.

“Sharing pengalaman Kang Dedi lah dalam mengelola Jabar ini ya. Itu kan penting nanti untuk memberikan inspirasi,” ujar salah satu rombongan akademisi.

Percakapan kemudian berkembang membahas karakter masyarakat Papua yang menurut Dedi Mulyadi selama ini sering disalahpahami.

“Saya paham karakter masyarakat Papua ya. Jadi gini, banyak orang yang salah dalam memberikan penilaian pada lingkungan masyarakat. Misalnya begini, orang dulu suka ngomong orang Sunda tuh malas. Menurut saya bukan malas karena pada waktu itu orang Sunda mendiami sebuah wilayah yang sangat subur,” kata Dedi Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa masyarakat yang hidup di tanah subur cenderung tidak perlu bekerja terlalu keras karena kebutuhan hidup sudah tersedia dari alam.

“Tanah terbentang, gunungnya tinggi menjulang, lautnya terhampar, nanam apa pun jadi ya. Kalau orang di lingkungannya sudah serba ada, kekayaannya melimpah, ngapain harus capek-capek?” lanjutnya.

“Sama, Kang, di Papua juga begitu,” sahut salah satu akademisi lainnya.

Dedi Mulyadi pun langsung menegaskan bahwa masyarakat Papua tidak pantas diberi stigma malas.

“Maksud saya itu gitu loh. Jadi jangan dibilang orang Papua malas. Kenapa loh bukan malas, ngapain dia harus capek? Ngambil ikan di sungai ikan nilanya gede-gede,” ujar Dedi Mulyadi.

“Iya kan ikan nila ya di Papua kan sama dengan di kita gede-gede kan ikan nilainya kan,” lanjutnya.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

02:56
07:21
03:23
03:11
33:03
01:17

Viral