- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71
Dedi Mulyadi Bikin Sayembara: Kalau Ada yang Menemukan Aman Yani, Saya Beri Rp750 Juta
tvOnenews.com - Dedi Mulyadi kembali membuat publik terperangah setelah Gubernur Jawa Barat itu secara resmi mengumumkan sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapa pun yang berhasil menemukan sosok misterius bernama Aman Yani, pria yang namanya terseret dalam kasus pencairan dana pensiun yang kini tengah ramai dibicarakan publik.
Dedi Mulyadi sebelumnya telah melakukan penelusuran mendalam di kanal YouTube pribadinya dan berhasil mematahkan alibi palsu terdakwa Ririn Rifanto. Ia memanggil pihak keluarga Aman Yani dan pihak bank terkait untuk menelusuri identitas asli sang pria misterius.
Aman Yani sendiri adalah mantan karyawan bank swasta yang telah bekerja sejak 1989 dan diberhentikan pada akhir 2015 akibat skandal kredit macet senilai Rp24 miliar. Sejak saat itu, keberadaannya menjadi tanda tanya besar.
Dedi Mulyadi juga mengundang Ahmad Khotibul, pengacara yang sempat membantu pencairan dana pensiun atas nama Aman Yani untuk menggali kebenaran.
Hasilnya mengejutkan, Ahmad Khotibul mengaku tidak pernah sekalipun bertemu langsung dengan Aman Yani, meski tetap menjalankan tugasnya sesuai prosedur hukum. Lebih mengejutkan lagi, jasanya dibayar cicilan hingga 30 kali dan hingga kini masih belum lunas.
Pada 20 Mei 2026, Dedi Mulyadi kembali memanggil adik kandung Aman Yani untuk mencari solusi. Dalam unggahan Instagram pribadinya, Dedi Mulyadi menunjukkan foto Aman Yani seraya mengungkap kegelisahannya.
"Saya bertemu dengan adik Pak Aman Yani, yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat, atau sudah tidak bisa dilihat, atau sudah meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi juga menyoroti kejanggalan besar dalam kasus ini, dana pensiun Aman Yani dicairkan berdasarkan surat kuasa, padahal pemberi dan penerima kuasa tidak pernah bertemu secara langsung.
"Bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotib bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak, walaupun si pemberi kuasa dengan yang memberi kuasa tidak pernah bertemu. Ini peristiwa paling aneh," tegasnya.
Pengacara Khotib sendiri mengaku bahwa komunikasi awalnya dengan Aman Yani hanya dilakukan melalui SMS dan email untuk keperluan pencairan dana pensiun.
Namun pada kontak terakhir, ia menerima pesan WhatsApp dari seseorang yang mengaku sebagai Aman Yani meminta bantuan pengkinian data, dengan klaim bahwa Aman Yani saat itu sedang berada di Singapura.
Tak berhenti menyelidiki, Dedi Mulyadi kemudian melontarkan tawaran mengejutkan kepada Aman Yani untuk segera pulang.
"Nah saya begini Pak, bapak balik deh kalau masih ada. Itu dana pensiun yang kemarin Rp400 juta, saya tambahin jadi Rp730 juta deh, saya kasih buat bapak tapi bapak balik. Balik ke Indramayu, temui istri, temui anak-anak dan keluarga, walaupun istrinya sudah menjadi mantan," ujar Dedi Mulyadi.
Dedi Mulyadi bahkan membuka sayembara terbuka bagi seluruh masyarakat.
"Kalau ada yang menemukan Pak Aman Yani, saya kasih juga Rp750 juta. Silakan kembali bawa Pak Aman Yani ke Indramayu, itu pesan saya untuk semua. Nanti mudah-mudahan masalah ini harus cepat selesai dan Pak Aman Yani harus ditemukan, hidup ataupun sudah meninggal," tutup Dedi Mulyadi.
Sayembara yang diumumkan Dedi Mulyadi ini menjadi babak baru dalam kasus Aman Yani yang semakin pelik. Dengan total hadiah Rp750 juta, publik kini ikut diajak berperan aktif mengungkap keberadaan sosok yang selama ini hilang tanpa jejak.
(anf)