- dok.kolase tvOnenews.com/ tiktok Sherly Tjoanda
Sherly Tjoanda Terkejut Harga Beras Melonjak, Gubernur Malut itu Langsung Tegur Pedagang yang Naikkan Harga
Jakarta, tvOnenews.com- Viral video Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda yang berkunjung ke Pasar untuk mengecek langsung harga sembako.
Ternyata videonya berasal dari media sosial (Medsos) pribadinya, seperti akun Tiktoknya @sherlytjoanda. Dia berkunjung untuk memastikan harga beras dan minyak goreng menjual tidak terlalu tinggi.
- Instagram @s_tjo
Gubernur Malut bernama lengkap Sherly Tjoanda Laos itu terkejut karena tahu harga jual beras dan minyak dianggap tinggi dari yang disepakati bersama Bulog.
Dalam videonya, Sherly menyentil harga beras seharusnya hanya menjadi Rp 67 ribu, malah dijual mencapai Rp 73 ribu.
"Nggak ada yang jual beras SPHP berapa harganya?," tanyanya, dikutip dari Tiktoknya, Kamis (21/5).
"Ada, berapa (harga) 73 bukannya, segitu," jawab penjual.
"Bukannya, harusnya HET-nya cuma Rp 67 ribu. Ou begitu, berarti nanti saya suruh Bulog langsung masuk ke Pasar ya," jawab tegas Sherly Tjoanda.
Lebih lanjut kata Gubernur Malut tersebut, seharusnya harga yang masuk ke pedagang akan jauh lebih murah. Apabila Bulog langsung ke Pedagang dengan harga start hanya Rp58 ribuan.
"Jadi nanti jualnya hanya Rp 67 ribu paling tinggi," ucap Gubernur Maluku Utara itu saat berkunjung ke Pasar Galala Sofifi.
Diketahui video tersebut saat ia berkunjung ke Pasar Galala Sofifi pada beberapa waktu lalu. Tujuannnya untuk bergerak cepat menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.
Dengan meluncurkan sekaligus memonitoring langsung pendistribusian minyak goreng subsidi "Minyakita" dan beras Bulog SPHP di Pasar.
- dok.kolase tvOnenews.com/ tiktok Sherly Tjoanda
Dengan begitu, Gubernur Sherly menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah untuk menjamin hak konsumen rumah tangga.
Dia juga memberikan peringatan keras kepada para pedagang agar tidak mengambil keuntungan tidak wajar dari barang yang telah disubsidi negara.
"Wajib jual di harga HET (Harga Eceran Tertinggi) Rp15.700. Kalau ada yang jual di atas itu, lapor! Satu orang hanya boleh beli maksimal 2 liter agar terjadi pemerataan," tegas Gubernur Sherly di hadapan warga yang antusias, dikutip dari Malutprov.
Kemudian, ia juga mengimbau warga agar tetap tenang dan tidak melakukan aksi borong (panic buying). Sehingga stok yang tersedia dapat dinikmati secara merata oleh seluruh keluarga membutuhkan.