- Kolase tangkapan layar YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel & Istimewa
KDM Gelar Sayembara Rp750 Juta Buru Aman Yani, Demi Ungkap Otak Pembunuhan Haji Sahroni
tvOnenews.com – Kasus pembunuhan sadis yang menimpa satu keluarga di Desa Paoman, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, kembali memasuki babak baru yang sangat mengejutkan publik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) secara mendadak menggelar sayembara fantastis dengan hadiah total Rp750 juta demi menemukan keberadaan sosok misterius bernama Aman Yani.
Nama Aman Yani mendadak menjadi sorotan tajam setelah salah satu terdakwa di persidangan menyebutnya sebagai aktor intelektual atau otak utama di balik aksi pembantaian berdarah yang menewaskan lima orang keluarga haji Sahroni pada Agustus tahun lalu.
Melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya, pria yang akrab disapa KDM ini memperlihatkan momen saat dirinya menyambangi dan bertemu langsung dengan adik kandung Aman Yani guna mengendus keberadaan sang buron.
- Instagram @dedimulyadi71
"Saya bertemu adiknya Pak Aman Yani yang hari ini tidak ada. Tidak adanya apakah tidak ada itu ada tapi tidak bisa dilihat atau memang sudah tidak bisa dilihat atau sudah meninggal dunia," ujar Dedi Mulyadi dikutip tvOnenews.com dari akun Instagram @dedimulyadi71, Jumat (22/5/2026).
Sambil menunjukkan foto wajah Aman Yani ke arah kamera, KDM membeberkan adanya sederet kejanggalan hukum yang sangat mencurigakan.
Salah satunya adalah terkait penemuan fakta mengenai dana pensiun milik Aman Yani yang terpantau tetap mengalir dan dicairkan oleh oknum tertentu.
Dedi mengungkapkan, dana pensiun tempat Aman Yani dahulu bekerja diketahui telah dicairkan oleh seorang pengacara bernama Khotib atas instruksi dari seorang wanita bernama Ririn.
Anehnya, proses pencairan itu dilengkapi dengan surat kuasa bertanda tangan Aman Yani, padahal pihak-pihak yang terlibat mengklaim tidak pernah bertemu fisik dengan sang pemberi kuasa.
"Apabila Pak Aman Yani masih ada di Indonesia atau di luar negeri, bapak tahu sudah ada pengakuan dari pengacara Khotibul bahwa dana pensiun bapak diambil oleh Ririn dan pengakuannya ada tanda tangan kuasa dari bapak. Walaupun si pemberi kuasa dengan yang berkuasa tidak pernah bertemu, ini peristiwa paling aneh," tegas KDM heran.
- instagram Dedimulyadi71