- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Mengadu ke Dedi Mulyadi, Anak Aman Yani Mengaku Difitnah Tak Mencari Ayahnya yang Hilang
tvOnenews.com - Sudah sepuluh tahun sang ayah pergi tanpa kabar, tapi Ega justru dituding tidak pernah mencarinya. Di hadapan Dedi Mulyadi, ia akhirnya bicara sambil menahan tangis membawa bukti dan kenangan pahit dari lima kali perjalanan sia-sia ke Bandung.
Momen mengharukan itu terekam dalam video yang diunggah di kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi pada 23 Mei 2026.
Video tersebut menampilkan diskusi antara Dedi Mulyadi dengan mantan istri dan Ega, anak dari Aman Yani, seorang pria yang pergi pamit ke Bandung pada Februari 2016 dan hingga saat ini tidak pernah kembali.
Dedi Mulyadi dan Keluarga Aman Yani. (Sumber: YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL)
Aman Yani meninggalkan rumah dengan alasan ingin mengambil barang-barangnya di tempat kosnya di Bandung setelah pensiun dini. Namun sejak saat itu, ia tidak pernah pulang dan tidak ada kabar sama sekali.
Setelah kepergiannya, keluarga mendapati bahwa Aman Yani meninggalkan banyak utang kepada berbagai pihak.
Rumah mereka bahkan sempat dipasang plang oleh bank karena masalah kredit yang berkaitan dengan Aman Yani.
Dalam diskusi tersebut, Dedi Mulyadi menggali informasi secara langsung kepada keluarga.
"Pak Aman Yani meninggalkan Ibu?" tanya Dedi Mulyadi.
"Iya," jawab mantan istri Aman Yani.
"Meninggalkan tahun berapa itu?" tanya Dedi Mulyadi.
"2016," jawab mantan istri Aman Yani.
Dedi Mulyadi pun bertanya apakah sebelumnya sempat terjadi pertengkaran, namun mantan istri Aman Yani menjawab tegas, "Tidak."
"Ya, bilangnya mau pergi ke mana? Ya karena enggak ada kabar, pergi aja," ujar Dedi Mulyadi.
"Oh, tadinya saat pergi dan tidak kembalinya itu bilangnya mau ke mana?" lanjut Dedi Mulyadi.
"Kan tadinya tugasnya di Bandung. Dia bilang mau ambilin barang di tempat dia, kosannya lah begitu..." jawab mantan istri Aman Yani.
"Oh, dia bilangnya mau ke Bandung, gitu ya, atau kosannya gitu," ujar Dedi Mulyadi.
"Oke. Dia bilang mau ke Bandung. Mau ke tempat kosnya di mana dia bekerja. Pada saat itu sudah ada surat pemberhentian, Bu ya?" tanya Dedi Mulyadi.
"Waktu itu enggak tahu pemberhentian. Kalau kita mah tahunya pensiun dini ya di keluarga," jawab mantan istri Aman Yani.
Mantan istri dan anaknya menegaskan bahwa mereka tidak pernah memegang tabungan, ATM, maupun menerima dana transfer yang dikaitkan dengan kasus kredit macet Aman Yani. Mereka merasa dijebak dalam situasi yang sama sekali tidak mereka ketahui.
Yang paling menyentuh adalah kesaksian Ega yang mengaku telah berulang kali mencari keberadaan sang ayah ke kantor terakhirnya dan kosan, namun tidak membuahkan hasil. Ia justru harus menanggung tuduhan yang terasa menyakitkan.
"Dan mereka memfitnah anak-anak tidak pernah mencari, kata siapa. Saya saksi matanya sendiri ya, Pak. Lima kali kami bolak-balik ke Bandung, Pak," ucap Ega sambil menahan tangis.
"Nanya ke kantor terakhir dia kerja. Nanya ke kosan yang terakhir dia tinggalin, kan ada warungnya," lanjut Ega dengan suara yang sudah mulai bergetar.
"Sampai ketemu sate, Pak," sela mantan istri Aman Yani.
"Ketemu saya enggak di situ?" ucap Dedi Mulyadi, berusaha mencairkan suasana ketika melihat Ega sudah berlinang air mata.
"Ya kan Bapak belum," jawab mantan istri dengan nada jenaka.
Dedi Mulyadi kemudian menggali lebih jauh soal komunikasi terakhir dengan Aman Yani.
"Nah, Ibu saat Bapak pergi, kemudian terakhir masih kontak SMS. Zaman itu SMS loh, belum WA. SMS kapan? BBM, masih pakai Blackberry?" tanya Dedi Mulyadi.
"Tidak. Pokoknya begitu dia pergi, angkat kaki dari itu, udah enggak pernah ada kabar," jawab mantan istri Aman Yani.
Keluarga akhirnya menempuh jalur hukum dengan mendapatkan penetapan orang hilang dari Pengadilan Negeri. Proses itu tidaklah mudah dan memakan waktu panjang.
"Kemudian Ibu mengajukan penetapan orang hilang ke pengadilan. Orang hilang dan itu diputuskan 2017 ya," ujar Dedi Mulyadi.
"Iya, betul," jawab mantan istri Aman Yani.
"Prosesnya kan panjang, Pak Gubernur. Mama kan harus lapor RT, RW, Kecamatan, Polsek, Polres," ungkap Ega.
"Berapa bulan itu mendapat penetapan?" tanya Dedi Mulyadi.
"Kan hilang Februari 2016, penetapannya. Barangkali Bapak mau melihat di bawah sama," jawab Ega.
Terungkap bahwa butuh waktu hampir satu tahun penuh hingga akhirnya pada Maret 2017, Aman Yani resmi dinyatakan hilang oleh pengadilan.
(anf)