- Kolase tvOnenews.com / Instagram @dedimulyadi71
KDM Siapkan Sanksi Ganda bagi Pelanggar Seleksi Sekolah Maung: Diproses Hukum dan Diumumkan ke Publik
tvOnenews.com - Bukan sekadar dipecat, bukan sekadar diproses hukum tapi nama pelakunya pun akan diumumkan ke publik. Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) menyiapkan dua sanksi sekaligus bagi siapa pun yang berani melakukan penyimpangan dalam seleksi penerimaan siswa baru Sekolah Maung.
Peringatan ini disampaikan langsung oleh KDM melalui unggahan Instagram terbarunya pada 25 Mei 2026.
Dalam pernyataannya, KDM menegaskan bahwa Sekolah Maung dirancang untuk melahirkan generasi unggul, sehingga tidak ada ruang sedikit pun bagi praktik titip menitip yang mencederai prinsip keunggulan itu sendiri.
"Manusia unggul yang akan diciptakan, tidak boleh ada budaya titip menitip, dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapapun yang nanti terbukti terlibat penyimpangan dalam menerima siswa baru di Sekolah Unggul atau Sekolah Manusia Unggul," tegas KDM.
Sanksi tidak berhenti di ranah hukum. KDM memastikan bahwa identitas pihak yang mencoba mengintervensi seleksi akan dibuka secara terbuka kepada masyarakat luas.
"Dan kami juga akan mengumumkan ke publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri," kata KDM.
Langkah pengumuman publik ini menjadi dimensi sanksi yang tak kalah berat dari proses hukum itu sendiri.
Efek jera yang ditimbulkan tidak hanya bersifat administratif atau pidana, tetapi juga menyentuh reputasi sosial pelaku di tengah masyarakat.
Di penghujung pernyataannya, KDM mengajak semua pihak untuk bersatu mendukung visi besar Sekolah Maung.
"Saya yakin kita bisa bekerja sama dengan baik. Mari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orangtuanya. Hatur nuhun, salam untuk semua," tutup Dedi Mulyadi.
(anf)