- Kolase tvOnenews.com / YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
KDM Tanya soal Cinta, Mantan Istri Aman Yani Jawab: Paketnya Istimewa, Ada Perampokan dalam Rumah Tangga
tvOnenews.com - Pertanyaan sederhana soal cinta itu justru membuka luka yang jauh lebih dalam. Ketika Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM) bertanya dengan nada lembut apakah mantan istri Aman Yani masih menyimpan rasa, jawabannya bukan tangisan, bukan pula kerinduan.
Ibu Saminah menjawab dengan satu kalimat yang langsung menghentikan ruangan: paketnya istimewa, ada perampokan dalam rumah tangga.
Percakapan mengharukan sekaligus mengejutkan ini terekam dalam video Part 2 yang diunggah kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel pada 24 Mei 2026.
Dalam pertemuan di Lembur Pakuan, Subang, KDM mengundang langsung mantan istri dan anak Aman Yani untuk menggali fakta-fakta baru seputar kasus yang terus menyedot perhatian publik.
Aman Yani sendiri telah dinyatakan hilang oleh pengadilan, namun mantan istri dan anaknya tetap meyakini bahwa ia masih hidup.
Kepergiannya selama 10 tahun meninggalkan duka berlapis bagi keluarga, mulai dari kesulitan ekonomi, hutang di Bank Syariah, hingga upaya pencairan dana pensiun yang berkali-kali gagal.
Di tengah suasana serius itulah KDM mengajukan pertanyaan yang paling personal.
"Tapi secara pribadi, Ibu kan masih cinta sama dia kan?" tanya KDM dengan nada rendah.
Mantan istri Aman Yani menjawab tanpa berpikir panjang.
"Enggak tahu. Enggak ngerti masalah cinta dan pengkhianatan. Pokoknya paketnya kan istimewa. Perampokan dalam rumah tangga," jawab mantan istri Aman Yani.
KDM pun langsung menggali lebih dalam.
"Yang dirampok apa sih?" tanya KDM.
"Ya, aset di luar nikah pun juga begitu," jawab mantan istri Aman Yani.
"Tapi kan asetnya milik Pak Aman juga kan?" KDM.
"Bukan," jawab mantan istri Aman Yani.
"Oh, bukan milik siapa?" tanya KDM.
"Ada ibu saya juga," jawab mantan istri Aman Yani.
Ia kemudian menjelaskan secara gamblang bagaimana keluarganya telah berjasa besar membesarkan Aman Yani hingga menjadi orang sukses.
"Jadi kan gini, Pak. Maaf ya, awal pernikahan itu, ibu bapak dia kan sudah usia senja ya. Ibaratnya sudah enggak produktif lah. Adiknya banyak. Pak Aman itu kan enam bersaudara. Yang jadi itu Pak Aman yang nomor kedua karena didukung oleh keluarga kita sampai dia disekolahkan sampai sarjana pun. Dan akhirnya ya dari kelima adiknya, ibaratnya itu tanggung jawabnya kan," jelas mantan istri Aman Yani.
KDM merespons dengan empati, sekaligus menyentuh sisi lain dari sosok Aman Yani.
"Oh, Pak Aman Yani itu memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya yang banyak. Artinya dia seorang kakak yang sayang sama keluarganya. Biasanya yang gitu-gitu, Bu, suka jadi konflik dengan istri biasanya," kata KDM.
Mantan istri Aman Yani menampik anggapan itu.
"Enggak, saya kan enggak. Ini saya cerita, saya juga kan dua bersaudara. Saya enggak punya adik, cuma nama kakak aja. Ya itu bapaknya Ririn kan gitu. Ibaratnya kan enggak ada mengganggu apa-apa kan gitu," jawab mantan istri Aman Yani.
KDM kemudian menyampaikan hasil cross-check yang telah ia lakukan sebelumnya.
"Saya cross-check juga biar enggak jadi fitnah. Kata adiknya Pak Aman Yani, Ririn suka makan di tempat ibu sama bapaknya," ungkap KDM.
"Kan ada nenek. Jadi rumah yang saya tinggalin yang sekarang digadek ke Bank Syariah itu adalah rumah nenek, ibu saya," jelas mantan istri Aman Yani.
"Dan rumah itu ada lagi rumah sebelahnya, itu rumah nenek. Wajar kan?" lanjutnya.
Di tengah suasana yang mulai berat, KDM mencairkan ketegangan dengan candaan khasnya.
"Jadi artinya hal yang biasa lah. Dan Pak Aman Yani juga temenan sama Ririn kan. Mungkin nakalnya juga bareng kayaknya, Bu," ucap KDM sambil bercanda.
"Apa nih?" tanya mantan istri Aman Yani.
"Nakalnya bareng kayaknya, Bu, karena CS ya lihat," ucap KDM sambil tertawa ngakak.
Usai sesi dialog, KDM memberikan saran konkret kepada keluarga. Ia meminta mereka segera membuat laporan resmi ke kepolisian terkait pencairan dana pensiun dan aktivitas keuangan Aman Yani yang mencurigakan, termasuk penggunaan ATM dan KTP, agar seluruh persoalan ini dapat ditelusuri secara hukum.
Keluarga Aman Yani sendiri hanya punya satu harapan sederhana namun menyayat hati: agar Aman Yani segera ditemukan, atau setidaknya ada kejelasan tentang apa yang sesungguhnya terjadi selama 10 tahun terakhir ini.
(anf)