- YouTube KANG DEDI MULYADI CHANNEL
Efek Investigasi Dedi Mulyadi Tak Main-main, Pengacara Toni Sebut Ririn Ditanyai Penyidik Sumbernya YouTube KDM
tvOnenews.com - Investigasi Dedi Mulyadi lewat YouTube bukan sekadar tontonan. Ketika pertanyaan penyidik kepada terdakwa Ririn ternyata bersumber langsung dari tayangan kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi, satu hal menjadi jelas: apa yang digali Gubernur Jawa Barat itu sudah merambah masuk ke ruang pemeriksaan resmi aparat penegak hukum.
Melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi Channel, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan investigasi mendalam yang membongkar sederet kejanggalan dalam kasus pembunuhan berencana keluarga Haji Sahroni di Indramayu.
Salah satu temuan paling mengejutkan adalah soal sosok Aman Yani. Di persidangan, terdakwa Ririn Rifanto mendadak menuduh Aman Yani sebagai otak intelektual pembunuhan. Namun hasil penelusuran KDM ke pihak keluarga mengungkap bahwa Aman Yani adalah mantan karyawan bank yang sudah dilaporkan hilang secara misterius sejak tahun 2016.
Kejanggalan berlapis juga ditemukan pada aliran dana. Meski Aman Yani telah hilang bertahun-tahun, dana pensiun bulanan dan uang pesangonnya senilai ratusan juta rupiah tetap bisa cair di bank menggunakan surat kuasa yang sidik jari dan tanda tangannya diduga dimanipulasi oleh pihak tertentu.
Demi memecahkan kebuntuan dan membuktikan apakah Aman Yani benar-benar terlibat atau hanya dijadikan kambing hitam, Dedi Mulyadi bahkan merilis sayembara berhadiah Rp750 juta bagi siapa saja yang bisa menemukan keberadaannya, baik dalam kondisi hidup maupun mati.
Dampak investigasi itu kini terasa nyata di ruang pemeriksaan. Pengacara Toni RM, kuasa hukum Ririn, mengungkapkan hal yang belum pernah terjadi sebelumnya: seluruh pertanyaan yang dilontarkan penyidik kepada Ririn saat pemeriksaan semalam ternyata bersumber dari tayangan channel KDM.
"Nah, untuk pencairan dana pensiun, luar biasa. Semalam saya mendampingi Ririn diperiksa penyidik. Pertanyaannya dari channel KDM semua," ungkap Pengacara Toni RM.
Salah satu pertanyaan penyidik yang langsung menyasar isu utama adalah soal tuduhan bahwa Ririn ditugaskan mencairkan dana pensiun Aman Yani. Toni menegaskan kliennya membantah tudingan tersebut.
"Saya dampingi sampai malam itu. Apakah benar saudara ditugaskan oleh Aman Yani untuk mencairkan dana pensiun? Jawaban Ririn: tidak. Karena Ririn ke Khotib itu cuma minta kuasa sebagai pengacaranya untuk menagih utang. Jawabannya seperti itu," jelas Pengacara Toni.