- YouTube The Onsu Family
Bukan Tidak Sopan, Psikolog Ungkap Alasan Mengejutkan di Balik Sikap Putri Ruben Onsu saat Live
tvOnenews.com - Sikap putri Ruben Onsu yang terkesan tidak peduli saat live di media sosial ternyata menyimpan makna yang jauh lebih dalam dari yang terlihat.
Ruben Onsu sendiri sebelumnya mengungkapkan keberatannya karena sang anak dibiarkan membaca komentar netizen yang tidak terkontrol di tengah polemik yang sedang memanas.
Kini, psikolog Sani Budiantini hadir memberikan penjelasan yang justru membuat banyak pihak merenung dan memahami kondisi sesungguhnya yang sedang dialami putri Ruben Onsu tersebut.
Menurut Sani, reaksi kesal atau penolakan yang ditunjukkan sang anak terhadap komentar netizen soal konflik kedua orang tuanya adalah sesuatu yang sangat wajar. Anak tersebut sudah memasuki fase remaja di mana tekanan dari berbagai sisi, baik akademis, pergaulan, maupun keluarga, sudah cukup berat untuk ditanggung seorang diri.
Psikolog, Sani Budiantini. (Sumber: YouTube The Onsu Family)
"Jadi memang usia anak 11 tahun tu kan usia yang memasuki usia remaja. Di mana usia remaja itu tentunya punya juga ketahanan mental tersendiri ya, di mana perkembangan remaja itu kan lebih sering ada mungkin pressure di akademis, pressure di pergaulan. Nah, ketika ini ditambah lagi pressure mengenai keluarga atau celotehan netizen terhadap ayahnya, ini pasti akan menambah berat ya di fase remaja dia gitu ya," ucap Sani dalam tayangan YouTube Intens Investigasi pada 11 Juni 2026.
Sani melanjutkan bahwa kondisi tersebut bisa berujung pada kelelahan mental yang serius.
"Di mana tidak mudah gitu ya menerima omongan negatif terhadap orang tua mereka. Dari sisi hal ini mungkin ayah, dan akan terjadi yang namanya burnout, kelelahan, capek, atau sudah tidak sanggup lagi menerima hal-hal yang negatif terhadap keluarganya," jelas Sani.
Yang paling mengejutkan adalah penjelasan Sani soal makna sesungguhnya di balik sikap sang anak yang meminta netizen untuk berhenti membahas masalah orang tuanya.
"Makanya biasanya ada semacam permohonan nih terhadap netizen untuk tidak lagi membahas masalah ini, tidak menjelekkan atau tidak mengulik lagi keluarganya, yang mana ini bisa saja bentuk dari minta pertolongan atau kita sebutnya dengan crying for help," ungkap Sani.