- Ilustrasi AI/ChatGPT
5 Pantangan Bulan Suro yang Masih Dipercaya Masyarakat Jawa, Konon Bisa Datangkan Kesialan
Karena itu, keluar rumah tanpa keperluan penting dianggap kurang baik dan diyakini dapat mengundang marabahaya atau gangguan yang tidak kasatmata.
5. Bertengkar dan Berkata Kasar
Pantangan lainnya adalah mengeluarkan kata-kata kasar, memicu pertengkaran, atau membuat keributan.
Bulan Suro dipandang sebagai waktu untuk menahan diri dan membersihkan hati.
Karena itu, masyarakat Jawa diajarkan untuk menjaga ucapan, mengendalikan emosi, serta menghindari konflik agar terhindar dari dampak buruk yang dipercaya bisa muncul akibat perilaku tersebut.
Lebih dari Sekadar Mitos
Terlepas dari benar atau tidaknya berbagai kepercayaan tersebut, banyak kalangan menilai pantangan bulan Suro sebagai bentuk kearifan lokal yang mengajarkan kehati-hatian, pengendalian diri, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual.
Bagi masyarakat yang masih memegang teguh tradisi leluhur, bulan Suro bukan hanya pergantian waktu dalam kalender Jawa, melainkan momen penting untuk merenung, memperbaiki diri, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Disclaimer: Kepercayaan mengenai pantangan bulan Suro merupakan bagian dari tradisi budaya yang berkembang di masyarakat Jawa. Setiap orang memiliki keyakinan dan pandangan yang berbeda dalam menyikapinya.
(gwn)