- Tangkapan layar tvOne
Hasil Pemeriksaan Jiwa dr Icha: Alami Depresi Berat Akibat Dibentak Anggota Dewan
tvOnenews.com – Fakta baru yang memilukan di balik kematian tragis dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni alias dr Icha (27) akhirnya dibongkar oleh pihak keluarga.
Dokter muda yang bertugas di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), NTT tersebut ternyata sempat menjalani pemeriksaan medis di Klinik Utama Jiwa Dewantara Mental Healthcare sebelum ditemukan meninggal dunia.
Berdasarkan hasil rekam medis dari klinik spesialis tersebut, dr. Icha divonis mengalami depresi berat tanpa gejala psikotik akibat guncangan psikologis hebat yang dialaminya pasca-insiden ketegangan profesional saat bertugas di ruang IGD.
Kepribadian Tertutup, dr Icha Hadapi Trauma Berat
- Instagram @kemenkes_ri
Pihak keluarga membeberkan bahwa almarhumah yang memiliki kepribadian tertutup (introvert) menjadi sangat membatasi komunikasi dan hanya mau berbicara kepada beberapa anggota keluarga dekatnya saja karena didera rasa takut yang luar biasa.
"Alami depresi berat dan dia pribadi introvert jadi dia cuma komunikasi sama saya, bapak kecil, dan pak Victor itu saja. Dia komunikasikan 'saya stres, saya mau pulang ke Kefa saya jumpa tiga orang ini lagi saya trauma'," ungkap paman almarhumah, Fabianus Banase, saat memberikan keterangan kepada media, Senin (29/6/2026).
Melihat kondisi psikologis dr. Icha yang kian mengkhawatirkan, pihak keluarga sebenarnya sudah bergerak cepat dan menjadwalkan pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Bhayangkara Kupang pada Jumat, 26 Juni 2026.
Namun sayang, takdir berkata lain karena dr. Icha ditemukan meninggal dunia sebelum jadwal kontrol medis tersebut terlaksana.
Fabianus juga mengakui bahwa keponakannya itu sempat mengutarakan keputusasaan di tengah depresi berat yang menderanya.
"Sempat dia ngomong juga biar saya mati saja supaya jangan korban teman-teman yang lain," tutur Fabianus dengan nada getir.
Kronologi Ketegangan dengan Anggota Dewan
Pihak keluarga menegaskan, akar dari seluruh guncangan jiwa yang dialami dr. Icha bermula dari aksi intimidasi di tempatnya mengabdi, yakni Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu, pada Sabtu, (13/6/2026).
- Tangkapan layar tvOne
Sebagai dokter jaga, dr. Icha saat itu menerima pasien anak rujukan akibat gigitan ular hijau.
Pihak keluarga memastikan bahwa dr. Icha telah menjalankan tugasnya secara profesional dan merawat pasien sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) rumah sakit, termasuk melakukan konsultasi langsung dengan dokter spesialis anak.