news

Daerah

Bola

Sport

Gaya Hidup

Video

Tvone

Freddy Budiman Telah Tumbang, Fredy Pratama Masih Diburu: Bagaimana Peta Baru Sindikat Narkoba Indonesia Berubah?.
Sumber :
  • Ist / Antara

Freddy Budiman Telah Tumbang, Fredy Pratama Masih Diburu: Bagaimana Peta Baru Sindikat Narkoba Indonesia Berubah?

Perbandingan sepak terjang Freddy Budiman dan Fredy Pratama menunjukkan perubahan besar modus sindikat narkoba di Indonesia. Simak kronologi, jaringan, dan strategi terbaru aparat memburunya.
Selasa, 7 Juli 2026 - 22:15 WIB
Reporter:
Editor :

Pembatasan alat komunikasi, razia rutin, hingga pemindahan bandar narkoba ke lapas berkeamanan tinggi mulai diperkuat agar praktik serupa tidak terulang.

Pada 29 Juli 2016, Freddy Budiman dieksekusi mati di Pulau Nusakambangan bersama sejumlah terpidana kasus narkotika lainnya. Namun, eksekusi tersebut tidak serta-merta menghentikan aktivitas sindikat narkoba di Indonesia.

Fredy Pratama Muncul dengan Modus yang Jauh Lebih Modern

Beberapa tahun setelah Freddy Budiman dieksekusi, aparat mulai menghadapi sosok baru yang disebut memiliki jaringan jauh lebih luas, yakni Fredy Pratama.

Nama Fredy Pratama mencuat setelah Bareskrim Polri menggelar operasi besar yang membongkar jaringan narkotika lintas negara. Dalam konferensi pers pada 2023, Kabareskrim Polri saat itu, Komjen Pol Wahyu Widada, menyebut Fredy sebagai pengendali salah satu sindikat narkoba terbesar yang pernah ditangani Polri.

Gembong narkoba internasional Fredy Pratama.
Sumber :
  • Antara

"Yang bersangkutan mengendalikan peredaran narkoba di Indonesia dari Thailand, dan daerah operasinya termasuk Indonesia serta Malaysia Timur," kata Wahyu Widada.

Menurut Polri, Fredy menggunakan sejumlah nama samaran seperti Miming, The Secret, Cassanova, Air Bag, dan Mojopahit untuk menghindari pelacakan aparat.

Berbeda dengan Freddy Budiman yang banyak mengandalkan komunikasi langsung melalui jaringan orang kepercayaan, Fredy Pratama diduga memanfaatkan teknologi digital secara lebih masif. 

Komunikasi dilakukan menggunakan aplikasi terenkripsi, sementara pengelolaan keuangan disebut melibatkan rekening keluarga, orang kepercayaan, hingga dugaan tindak pidana pencucian uang.

Polri menyebut organisasi yang dibangun Fredy memiliki pembagian tugas yang jelas, mulai dari pemasok, kurir, pengatur distribusi, pengelola keuangan, hingga pihak yang bertugas menyamarkan aliran dana.

Untuk membongkar jaringan tersebut, Polri tidak bekerja sendiri. Operasi dilakukan bersama Royal Malaysia Police, Royal Thai Police, US Drug Enforcement Administration (DEA), serta sejumlah lembaga penegak hukum internasional lainnya.

Dari Bandar Konvensional Menuju Sindikat Global

Perbedaan paling mencolok antara Freddy Budiman dan Fredy Pratama terletak pada skala organisasi yang mereka bangun.

Freddy Budiman dikenal sebagai bandar besar yang mengendalikan jaringan dari dalam Indonesia, bahkan ketika berada di penjara. Sebaliknya, Fredy Pratama diduga mengoperasikan sindikat dari luar negeri sehingga proses penegakan hukumnya jauh lebih rumit karena melibatkan yurisdiksi beberapa negara.

Berita Terkait

1
2
3 Selanjutnya

Topik Terkait

Saksikan Juga

14:30
02:19
06:15
00:53
03:05
12:19

Viral