- Kolase Instagram/@kahar_uddinabbas & Tangkapan layar YouTube Curhat Bang Denny Sumargo
Videonya Viral, Kenapa Santri Korban Pembakaran yang Hendak ke Podcast Denny Sumargo Dicegat Polisi di Bandara?
Jakarta, tvOnenews.com - Presenter Denny Sumargo menyoroti sebuah video viral. Hal ini menunjukkan momen Ahmad Deven Ramdan (14) dan keluarga Sahid Al Hudri (14), santri korban pembakaran oleh senior di Pondok Pesantren (Ponpes) Rosudatussaulatiyah Al Ibrahimy, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) diduga dicegat oleh polisi.
Denny Sumargo mulanya terkejut melihat video viral saat santri korban pembakaran dan pihak keluarga dihalangi di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid (BIZAM), Lombok.
Mereka kebetulan akan berangkat menuju Jakarta untuk menghadiri undangan podcast Denny Sumargo. Alih-alih berhasil, jadwal menyuarakan kasus tiga santri dibakar senior berakhir batal.
Denny Sumargo mencari tahu alasan dugaan pencegatan yang berujung viral di media sosial. Densu sapaan akrabnya mengaku langsung menghubungi pihak pengacara salah satu santri.
"Gue mau update nih. Barusan gua habis ngobrol sama pengacara yang mendampingi pihak korban," ujar Denny Sumargo dalam video yang diunggah di Instagram pribadinya, Kamis (9/7/2026).
Penyebab Santri Korban Pembakaran Dicegat Pergi ke Podcast Denny Sumargo
- Instagram/@kahar_uddinabbas
Selain seputar tentang kronologi insiden tragis ini, Denny Sumargo bertanya kepada pengacara korban. Hal ini berkaitan lantaran Deven dan keluarga Al dihalau oleh polisi saat ingin berangkat ke Jakarta.
Pertanyaan tersebut, kata dia, lantaran video pencegatan di bandara mengguncang publik. Hingga kini, rekaman upaya korban dan keluarga akan pergi ke podcast Denny Sumargo viral di media sosial.
Lanjut Densu, video pencegatan tersebut juga membuat publik heran. Situasi ini mendorong banyak pihak bertanya-tanya terutama terkait alasan polisi menghalau mereka.
Kata Densu, pencegatan tersebut memiliki alasan yang kuat. Polisi masih memantau kesehatan para korban.
"Menurut keterangan yang gua dapat dari pengacara mendampingi korban, mereka belum diizinkan berangkat karena korban sedang menjalani penanganan dan pengobatan di rumah sakit setempat," terang Densu.
Dua santri korban pembakaran itu saat ini masih dirawat secara intensif. Kondisi kesehatannya terus dipantau di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Mataram.
Dua santri yang selamat memang telah melalui perjuangan yang panjang. Deven dan Al sempat dirawat di RSUD Praya sebelum dirujuk sendiri oleh orang tua mereka ke RSUD di NTB pada Juni 2026.