- YouTube TRANS TV Official
5 Fakta Rumah Tangga Ruben Onsu dan Sarwendah yang Terungkap di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak
Bagi Ruben, situasi tersebut menjadi salah satu hal yang paling berat karena menyangkut hubungan dirinya dengan anak-anak.
3. Merasa Harga Dirinya sebagai Ayah Tidak Lagi Dihargai
Ruben mengaku perlakuan yang diterimanya membuat dirinya mempertanyakan harga dirinya sebagai seorang ayah.
Ia tetap berusaha hadir dalam kehidupan anak-anaknya, termasuk mengantar mereka ke sekolah, meski mengaku tidak tahu bagaimana dirinya dipandang oleh sang buah hati.
“Jadi harga diri gua di depan anak gua juga udah enggak ngerti lagi deh sebenarnya mah. Tapi gue bisa apa ya?” tambah Ruben Onsu.
Ia juga mengenang momen ketika Sarwendah, menurut pengakuannya, pernah menyampaikan hal-hal buruk tentang dirinya kepada anak saat mereka sedang berselisih.
“Pernah juga waktu dia (Sarwendah) telepon gitu. Ada bermasalah tentang rumah, terus gua ngomong apa gitu, terus jadi dia marah banget. ‘Thalia tahu enggak kalau kalau ayah itu blablabla’,” ungkap Ruben menirukan ucapan Sarwendah.
Meski demikian, Ruben memilih mengakhiri percakapan dan tetap menjalankan perannya sebagai ayah.
“Pada saat itu gua cuman gini, ‘ya Allah…’ tapi gua tetap tetap semangat gitu ngantar anak gua sekolah. Gua tetap ini walaupun gua enggak tahu lagi harga diri gua di mata anak gua tuh kayak apa,” tuturnya.
4. Mengaku Perselisihan dengan Sarwendah Masih Berpusat pada Anak
Ruben mengatakan konflik antara dirinya dan Sarwendah hingga kini masih sering berkaitan dengan urusan anak.
Ia mengaku beberapa kali mendapat pesan agar tidak ikut campur dalam urusan mantan istrinya.
Namun, Ruben menegaskan bahwa selama menyangkut anak, dirinya merasa tetap memiliki tanggung jawab.
"Bukan hal yang baru, itu udah buat gua udah biasa dia (Sarwendah) ucap gitu,” ucap Ruben.
“Di chat juga gua kasih tahu tentang ini loh, tentang gini loh, katanya gua enggak usah ikut campur urusan dia (Sarwendah). Bukan campur, kalau tentang urusan anak gue ya tetap urusan gue juga,” lanjutnya.
Dalam perkara hak asuh anak, hukum di Indonesia pada prinsipnya tetap memberikan hak kepada kedua orang tua untuk menjaga hubungan dengan anak.