- YouTube TRANS TV Official
5 Fakta Rumah Tangga Ruben Onsu dan Sarwendah yang Terungkap di Tengah Sengketa Hak Asuh Anak
Pengadilan biasanya mempertimbangkan kepentingan terbaik bagi anak (best interests of the child) dalam menentukan pola pengasuhan maupun hak bertemu, bukan semata-mata berdasarkan konflik antara kedua orang tua.
5. Kuasa Hukum Sebut Ruben Sudah Lama Menahan Semua Perasaan
Kuasa hukum Ruben, Minola Sebayang, menilai kliennya selama ini berusaha mempertahankan citra keluarga agar tetap harmonis di hadapan publik. Namun di balik itu, Ruben disebut menyimpan kelelahan karena merasa kerap direndahkan.
“Kalau misalnya kemudian dia sampai lelah, bisa kita bayangkan. Masyarakat yang baru tahu beberapa waktu ini aja sudah tahu bagaimana lelahnya Ruben dipojokkan, dikecilkan, tidak dihargai.”
“Kalau misalnya itu terjadi di awal-awal perkawinan, bagaimana Ruben mencoba untuk menjadikan keluarga ini keluarga yang harmonis.”
“Semuanya coba ingin di-framing menjadi sesuatu yang baik, tapi ternyata berimbas ke suatu hal yang melecehkan dan tidak menghargai di ruang tertutup, di ruang publik ya sudah pasti lelah lah ya. Sudah pasti lelah,” kata Minola di YouTube Intens Investigasi.
Minola juga menduga ucapan "Cong" yang terdengar di media sosial bukanlah sesuatu yang baru.
“Sesuatu yang di ruang tertutup pun sering diucapkan ya cng cng tadi itu ya. Akhirnya ini juga diucapkan tanpa sadar, reflek karena sudah kebiasaan mungkin, di ruang publik,” tuturnya.
Menurut Minola, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hubungan Ruben dengan anak-anak apabila terus menjadi konsumsi publik.
“Ini yang sudah tidak bisa ditoleransi lagi. Karena ketika ini sudah menjadi konsumsi publik, ini pasti akan memberikan efek. Efeknya itu apa? Mungkin rasa malu kepada sang anak bahwa ayahnya c*ng."
“Jadi kalau misalnya kemudian ada keengganan bertemu, ada rasa malu, ada rasa canggung, ya ini pasti patut diduga karena didasari pernyataan-pernyataan yang tidak seharusnya didengar oleh anak-anak,” ujar Minola Sebayang.
Terlepas dari perbedaan versi yang disampaikan masing-masing pihak, para ahli psikologi keluarga secara umum mengingatkan bahwa konflik berkepanjangan antara orang tua dapat berdampak pada kondisi emosional anak.