- tvOnenews.com - ANF
6 Kasus Begal Terbaru di Jawa Barat, Ini Wilayah yang Perlu Diwaspadai Pengendara
tvOnenews.com - Kasus Begal di Jawa Barat kembali meningkat dalam beberapa bulan terakhir, terutama di wilayah Bandung Raya. Sejumlah lokasi menjadi titik rawan pembegalan sehingga pengendara diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat berkendara pada malam hingga dini hari.
Maraknya aksi kriminalitas jalanan membuat masyarakat semakin khawatir saat beraktivitas di malam hari. Kepolisian mencatat sedikitnya 19 kasus begal berhasil diungkap dalam beberapa bulan terakhir. Berikut enam kasus terbaru yang menjadi perhatian publik sekaligus wilayah yang perlu diwaspadai pengendara.
1. Flyover Kopo, Kota Bandung
Kasus pertama terjadi di Flyover Kopo, Kota Bandung, pada 19 Juli 2026. Korban merupakan seorang pria berinisial D yang bekerja pada malam hari. Saat melintas sekitar pukul 03.00 WIB, korban dipepet dua remaja berinisial RP dan FF.
Kedua pelaku memaksa korban berhenti, mengancam menggunakan senjata tajam, lalu merampas sepeda motor dan telepon genggam milik korban. Satreskrim Polrestabes Bandung bergerak cepat dan berhasil menangkap kedua pelaku kurang dari tiga jam setelah laporan diterima.
2. Jalan Cikawao, Kecamatan Lengkong
Kasus berikutnya terjadi di Jalan Cikawao, Kecamatan Lengkong, pada 17 Juni 2026. Dua orang menjadi korban, yakni seorang warga asal Garut berinisial A dan seorang pengemudi ojek online yang berusaha memberikan pertolongan.
Korban A dibacok oleh empat pelaku bersenjata golok saat hendak dirampas kendaraannya. Driver ojol yang menolong justru ikut menjadi korban setelah motornya dibawa kabur bersama telepon genggam miliknya. Tim Prabu Polrestabes Bandung berhasil meringkus keempat pelaku di kawasan Cibeureum hanya dalam waktu 35 menit.
3. Jalan BKR, Kecamatan Regol
Kasus begal juga terjadi di Jalan BKR, Kecamatan Regol, pada 14 Juli 2026. Korban bernama Azmy dihentikan secara paksa oleh sekelompok orang saat berkendara pada malam hari.
Pelaku menggunakan modus mengaku sebagai penagih utang atau debt collector. Mereka menuduh korban menunggak cicilan kendaraan, lalu melakukan intimidasi dan merampas motor korban di lokasi yang minim penerangan. Polisi memasukkan kasus ini dalam daftar pengungkapan kejahatan jalanan menonjol.
4. Percobaan Begal di Binong, Kiaracondong
Percobaan pembegalan terjadi di kawasan Binong, Kiaracondong, pada 6 Juli 2026 sekitar pukul 02.00 WIB. Seorang pengendara motor dikepung sekitar 14 anggota geng motor yang menggunakan tujuh sepeda motor.
Beruntung, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan sedang melakukan patroli rutin bersama aparat keamanan di lokasi tersebut. Kehadiran rombongan patroli membuat para pelaku panik dan melarikan diri. Polisi berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku di tempat kejadian.
5. Kasus Begal Remaja di Cianjur
Awal Juli 2026, kepolisian juga mengungkap kasus begal yang melibatkan sekelompok pelajar di Cianjur. Para pelaku diketahui merupakan rombongan anak sekolah yang sedang menikmati masa liburan.
Mereka berkumpul pada dini hari sambil membawa senjata tajam dan berkeliling menggunakan sepeda motor untuk mencari sasaran secara acak. Seluruh pelaku akhirnya berhasil diamankan kepolisian dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
6. Desa Nanjung, Soreang
Kasus terakhir terjadi di Desa Nanjung, Soreang, pada 21 Juli 2026. Berbeda dengan kasus lainnya, aksi perampasan sepeda motor dilakukan pada siang hari sehingga mengundang perhatian warga sekitar.
Pelaku gagal melarikan diri setelah diteriaki warga dan langsung dikepung massa. Terduga pelaku sempat menjadi bulan-bulanan sebelum akhirnya berhasil dievakuasi aparat kepolisian yang datang dengan cepat ke lokasi.
Polda Jawa Barat mengonfirmasi telah mengungkap total 24 kasus begal dan kejahatan jalanan sepanjang Juli 2026. Polisi juga meluruskan bahwa beberapa video yang viral di media sosial ternyata bukan merupakan aksi begal, melainkan kecelakaan tunggal maupun persoalan utang piutang pribadi.
Masyarakat diimbau tetap waspada saat berkendara, terutama pada malam hingga dini hari. Pengendara juga disarankan menghindari jalan yang sepi dan minim penerangan serta segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan.
Langkah Dedi Mulyadi Hadapi Maraknya Begal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengambil sejumlah langkah untuk meningkatkan keamanan masyarakat. Ia memastikan koordinasi terus dilakukan bersama Polda Jabar dan Polda Metro Jaya guna mengantisipasi berbagai tindak kejahatan jalanan.
Selain memperkuat koordinasi, Dedi Mulyadi menginstruksikan mobil patroli siaga setiap malam dengan lampu rotator menyala. Satpol PP dan Dinas Pemadam Kebakaran juga diminta bersiaga di titik-titik strategis, sementara masyarakat diajak kembali mengaktifkan siskamling sebagai bentuk gotong royong menjaga keamanan lingkungan.
Sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat, Dedi Mulyadi menggelar sayembara berhadiah Rp5 juta hingga Rp50 juta bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku maling, copet, jambret, begal, atau rampok dan menyerahkannya kepada kepolisian dalam keadaan hidup untuk diproses sesuai hukum.
Di akhir imbauannya, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat tetap waspada dan berani melawan aksi kejahatan sesuai ketentuan hukum. Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat, dan warga dapat mewujudkan Jawa Barat yang lebih aman bagi seluruh pengendara dan masyarakat.
(anf)