- Istimewa
Cuma Perkara Kesal Utang Rokok Ditolak Keras, Sekelompok Pemuda Rusak Kios di Kendari Pakai Sajam Viral
Kendari, tvOnenews.com - Sekelompok pemuda terekam melakukan penyerahan terhadap sebuah kios di Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) viral di media sosial.
Dalam rekaman kamera CCTV yang viral di media sosial, sekelompok pria tersebut menyerah sebuah kios menggunakan senjata tajam (sajam). Ironisnya, kios tersebut menjadi porak-poranda.
Penyebab penyerangan hingga menyebabkan kios rusak tersebut diduga akibat masalah sepele. Pemilik atau penjaga kios menolak mentah-mentah pelaku yang ingin mengutang rokok.
Pemilik kios, Aris Wanda (32) mengungkapkan kronologinya bermula saat seorang pelaku berinisial IK datang ke kiosnya di Jalan Laode Hadi, Kelurahan Wawowanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, Sultra, Rabu (22/7/2026), sekitar pukul 02.00 Wita.
"IK ini datang bersama temannya mau mengutang rokok di kios aku," ungkap Aris kepada awak media dikutip, Jumat (24/7/2026).
Aris yang mengetahui hal itu tentu langsung melontarkan ucapan penolakan. Ia mempunyai alasan menolak permintaan tersebut lantaran pelaku juga sempat mengutang rokok sebelumnya.
Aris menambahkan, utang rokok sebelumnya hingga saat ini tidak kunjung dibayar oleh pelaku. Hal ini menjadi penyebab dirinya menolak permintaan yang serupa.
"Sebelum kejadian itu, dia sudah mengutang. Makanya itu, saya tidak memberikan utang lagi," terangnya.
Detik-detik Penyerangan Kios usai Utang Rokok Ditolak
- Istimewa
Lanjut, Aris mengungkapkan detik-detik penyerangan. Hal itu terjadi setelah adanya penolakan dari dirinya terkait permintaan rokok dari pelaku.
Aris mengatakan, pelaku memutuskan pergi dari kios. Mulanya ia merasa lega karena penolakan tersebut membuat pelaku meninggalkan area kiosnya.
Alih-alih aman, kata dia, pelaku ternyata memanggil segerombolan teman-temannya. Hanya membutuhkan beberapa waktu, IK mendatangi kios bersama teman-temannya hingga melakukan penyerangan menggunakan sajam.
Tambah Aris, sekelompok pemuda tersebut tidak hanya melakukan penyerangan. Mereka juga terus memberikan ancaman hingga intimidasi kepada pemilik kios tersebut.
"Dia itu pergi ternyata memanggil teman-temannya sekitar ada tujuh orang. Mereka bawa parang. Pecah semua kaca-kaca etalase sama lemari karena mereka lempar pakai batu," jelasnya.
Penyerangan tersebut tidak hanya menyebabkan kaca-kaca pecah, tetapi juga banyak barang dagangan berhamburan. Akibatnya, pemilik kios mengalami kerugian materi sekitar Rp5 juta.