- Threads @yurizaltrich
Setelah Yurizal Pasien BPJS Wafat, 2 Orang Terdekat Ungkap Sosok Almarhum Semasa Hidup
Firhan kemudian menjelaskan bahwa dirinya mendampingi Yurizal sejak pertama kali masuk instalasi gawat darurat (IGD). Ia menyebut almarhum harus menunggu CT Scan selama 48 jam, mendapatkan ruang rawat inap setelah dua hari berada di IGD, hingga batal masuk High Care Unit (HCU) karena seluruh ruangan penuh.
"Saya yang betul-betul mendampingi almarhum dari awal masuk IGD, nunggu CT Scan sampai 48 jam, dapat ruangan setelah 2 hari di IGD, dan bahkan ketika almarhum mau masuk HCU ruangan penuh. Akhirnya almarhum diberikan tindakan khusus di ruang ranap."
Menurut Firhan, Yurizal juga sangat terpukul ketika unggahannya di Threads menjadi viral. Ia menyebut sahabatnya sempat menangis karena merasa lelah menghadapi kondisi yang dialaminya.
"Saya juga bersaksi, almarhum menangis dan sedih lihat Threads ini. Almarhum capek, lelah, tapi saya enggak ada di sebelahnya, jadi beliau luapkan rasa sedihnya di sini," tulisnya.
Firhan melanjutkan bahwa saat unggahan tersebut ramai diperbincangkan, kondisi Yurizal terus memburuk. Bahkan, almarhum sudah tidak lagi memegang telepon genggam dan memilih mengaktifkan mode pesawat karena tidak ingin membuka media sosial.
"Ketika baca Threads ini, almarhum kondisi menurun dan sudah tidak megang alat komunikasi, airplane mode karena enggak mau buka social media lagi," lanjut Firhan.
Di akhir komentarnya, Firhan mewakili keluarga dan para sahabat memohon agar masyarakat membukakan pintu maaf untuk almarhum. Ia juga berharap Yurizal mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Saya mewakili keluarga dan sahabat, mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya untuk almarhum Yurizal. Semoga almarhum Yurizal Tri Chaerawan, sahabat saya, diberikan tempat yang terbaik di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Aamiin," tutupnya.
Sebelumnya, kasus Yurizal menjadi perhatian publik setelah curhatannya mengenai lamanya menunggu ruang rawat inap sebagai pasien BPJS justru dibalas komentar bernada tidak berempati dari sejumlah oknum tenaga kesehatan. Setelah kabar wafatnya tersebar, publik mengecam tindakan tersebut hingga para oknum yang bersangkutan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.